Harga Minyak Dunia Mendidih, Rupiah Dibanting Dolar AS Pagi Ini

Rupiah dibuka melemah 14 poin ke Rp17.927 per dolar AS pada Selasa pagi, lalu turun 32 poin ke Rp17.945 dalam 25 menit perdagangan.
Eskalasi konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent hingga 108,4 dolar AS per barel, naik 70,16 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Analis Lukman Leong memperkirakan rupiah melanjutkan pelemahan dengan kisaran perdagangan Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (13/10/2026).
Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 14 poin atau 0,07 persen ke Rp17.927 per dolar AS. Kemarin, Senin (12/10), rupiah ditutup melemah 14 poin atau 0,08 persen ke Rp17.913 per dolar AS.
1. Pergerakan rupiah hari ini
Pada ke-25 menit perdagangan, kurs rupiah masih melemah 32 poin atau 0,18 persen ke Rp17.945 per dolar AS.
Menurut data Trading Economics, pada pukul 09.30 WIB, rupiah melemah 0,13 persen ke Rp17.930 per dolar AS.
2. Memanasnya konflik di Timur Tengah kerek harga minyak dunia
Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pelemahan rupiah didorong oleh sentimen positif pelaku pasar terhadap konflik yang memanas di Timur Tengah (Timteng). Kondisi ini menyebabkan harga minyak dunia melonjak.
Menurut data Fortune, harga minyakmentah Brent pada Senin, (12/10) menyentuh 108,4 dolar AS per barel. Angka tersebut menunjukkan kenaikan hingga 70,16 persen dibandingkan tahun lalu yang masih di angka 63,49 dolar AS per barel.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi geopolitik di Timteng yang memicu harga minyak mentah dunia kembali naik,” ucap Lukman kepada IDN Times.
3. Prediksi pergerakan rupiah hari ini
Melihat kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi akan melanjutkan pelemahan, bahkan berpotensi menyentuh Rp18 ribu per dolar AS.
“Range Rp17.850-18.000,” tutur Lukman.























