Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Minyak Turun ke Level Terendah dalam Tiga Bulan
Ilustrasi harga minyak turun (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Harga minyak dunia turun ke level terendah tiga bulan, dengan Brent di 82,13 dolar AS dan WTI di bawah 80 dolar AS per barel akibat ketidakpastian geopolitik.
  • AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara mencakup gencatan senjata 60 hari serta pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan penandatanganan resmi dijadwalkan di Jenewa.
  • Industri pelayaran menyambut positif perdamaian namun tetap berhati-hati, menunggu kondisi aman sebelum kembali beroperasi penuh di Selat Hormuz yang vital bagi pasokan minyak global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
akhir Februari

Konflik di kawasan Timur Tengah pecah, menyebabkan gangguan pada jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

4 Maret

Harga minyak sempat menyentuh posisi terendah sejak tanggal ini sebelum kembali berfluktuasi akibat ketidakpastian terkait kesepakatan perdamaian AS–Iran.

Minggu

Washington dan Teheran mencapai kesepakatan sementara yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta pembukaan kembali Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran.

Jumat

Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya dan penandatanganan resmi kesepakatan perdamaian dijadwalkan berlangsung di Jenewa.

16 Juni 2026

Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam tiga bulan; Brent berada di 82,13 dolar AS per barel dan WTI turun ke 79,67 dolar AS per barel di tengah penantian rincian kesepakatan AS–Iran.

akhir pekan ini

Perusahaan pelayaran Hapag-Lloyd berharap empat kapalnya dapat melintasi Selat Hormuz seiring prospek perdamaian, meski proses normalisasi dinilai masih memerlukan waktu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam tiga bulan, dengan minyak mentah Brent berada di 82,13 dolar AS per barel dan WTI di 79,67 dolar AS per barel.
  • Who?
    Penurunan harga melibatkan pelaku pasar global, pemerintah Amerika Serikat dan Iran yang tengah menyusun kesepakatan perdamaian, serta perusahaan pelayaran seperti Hapag-Lloyd dan Mitsui OSK Lines.
  • Where?
    Perdagangan minyak berlangsung di pasar internasional; pembahasan perdamaian dilakukan dalam pertemuan G7 di Évian-les-Bains, Prancis, dengan rencana penandatanganan resmi di Jenewa.
  • When?
    Penurunan harga terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 04.00 waktu setempat; penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan pada Jumat pekan yang sama.
  • Why?
    Harga turun karena ketidakpastian mengenai rincian kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah serta menunggu kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • How?
    Kedua negara mencapai kesepakatan sementara mencakup gencatan senjata 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz; pasar merespons fluktuatif sambil menanti implementasi nyata dari perjanjian tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga minyak di dunia jadi turun banget sampai paling rendah dalam tiga bulan. Katanya karena orang-orang masih nunggu kabar tentang perdamaian antara Amerika dan Iran yang mau berhenti berantem. Mereka sudah janji damai sementara dan mau buka lagi laut buat kapal lewat. Sekarang kapal-kapal masih hati-hati dan belum semua jalan lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penurunan harga minyak ke level terendah dalam tiga bulan dapat dilihat sebagai sinyal positif dari meredanya ketegangan di Timur Tengah, seiring tercapainya kesepakatan sementara antara AS dan Iran. Pembukaan kembali Selat Hormuz serta dukungan optimistis dari industri pelayaran menunjukkan adanya peluang nyata bagi stabilitas dan pemulihan aktivitas ekonomi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam tiga bulan pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Hal itu terjadi di tengah penantian pelaku pasar terhadap rincian lebih lanjut terkait kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Dilansir CNBC, kontrak berjangka minyak mentah Brent yang menjadi acuan global turun 1,25 persen menjadi 82,13 dolar AS per barel pada pukul 04.00 waktu setempat.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli turun 1,41 persen ke level 79,67 dolar AS per barel atau kembali berada di bawah 80 dolar AS per barel.

1. Pasar masih menunggu rincian kesepakatan perdamaian

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Harga minyak sempat bergerak menguat tipis pada perdagangan semalam sebelum kembali terkoreksi. Pada sesi sebelumnya, harga minyak juga sempat menyentuh posisi terendah sejak 4 Maret.

Pergerakan harga yang berfluktuasi tersebut terjadi seiring masih adanya ketidakpastian mengenai isi lengkap kerangka perdamaian yang telah disepakati oleh AS dan Iran.

Upaya penyelesaian konflik tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan para pemimpin negara G7 di Évian-les-Bains, Prancis. Rincian nota kesepahaman antara kedua negara diperkirakan akan diumumkan pada pekan ini.

2. AS dan Iran capai kesepakatan sementara

ilustrasi geopolitik Iran dengan global (pixabay.com/Just-a-blonde)

Sebelumnya, Washington dan Teheran mencapai kesepakatan sementara pada Minggu yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta pembukaan kembali Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran.

Dalam pertemuan G7, Presiden AS Donald Trump menyampaikan kerangka perdamaian dengan Iran telah ditandatangani. Dia juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya pada Jumat dan tidak lagi dikenakan pungutan oleh Iran.

Trump mengatakan, penandatanganan resmi kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Jumat.

3. Industri pelayaran masih menunggu kondisi benar-benar pulih

ilustrasi kapal kargo (unsplash.com/Ian Taylor)

Perusahaan pelayaran kontainer asal Jerman Hapag-Lloyd menyambut positif prospek tercapainya perdamaian dan berakhirnya aktivitas militer di kawasan Timur Tengah.

“Kami berharap empat kapal kami yang masih tersisa dapat melintasi Selat Hormuz akhir pekan ini," kata Hapag-Lloyd dalam sebuah pernyataan.

Meski demikian, proses normalisasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dinilai masih memerlukan waktu. Sebelum konflik pecah pada akhir Februari, jalur tersebut menjadi lintasan bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Chief Executive Officer (CEO) Mitsui OSK Lines, Jotaro Tamura, mengatakan, sebagian operator kapal tanker kemungkinan masih akan menunggu beberapa pekan sebelum kembali mengizinkan armadanya melintasi Selat Hormuz.

“Yang diperlukan bukan hanya sekadar kesepakatan sederhana antara negara-negara terkait, tetapi juga harus diwujudkan secara nyata dalam situasi di Selat Hormuz, sehingga perusahaan pelayaran merasa cukup aman dan nyaman untuk kembali melintas,” ujar Tamura.

Editorial Team

Related Article