Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamina Patra Niaga Jaga Mutu BBM Lewat Pengelolaan Zat Pengotor

Pertamina Patra Niaga Jaga Mutu BBM Lewat Pengelolaan Zat Pengotor
Pertamina Patra Niaga Ungkap Strategi Jaga Mutu BBM, Kelola Zat Pengotor Sejak di Kilang. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga menjaga mutu BBM dengan mengelola zat pengotor sejak tahap pengolahan minyak mentah, pengujian laboratorium, hingga distribusi ke konsumen.
  • Tiga tahapan utama dilakukan: seleksi dan pencampuran minyak mentah, proses pre-treatment serta chemical treatment, dan penerapan asset integrity untuk memastikan operasi kilang aman.
  • Pengelolaan impurities memungkinkan produksi BBM berstandar Euro 4 seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex yang lebih efisien, rendah emisi, serta mendukung pasokan energi nasional berkualitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dipasarkan kepada masyarakat tetap terjaga melalui pengelolaan impurities atau zat pengotor sejak tahap pengolahan minyak mentah di kilang.

Sebelum dipasarkan, kualitas BBM dijaga melalui serangkaian proses ketat, mulai dari pengolahan di kilang, pengujian di laboratorium, hingga distribusi kepada konsumen.

1. Pengelolaan zat pengotor tersebut penting untuk mencegah gangguan pada proses pengolahan di kilang

Suasana pembelian BBM di SPBU Waingapu usai diperiksa Pertamina dan Polres Sumba Timur. (Dok Pertamina)
Suasana pembelian BBM di SPBU Waingapu usai diperiksa Pertamina dan Polres Sumba Timur. (Dok Pertamina)

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan impurities merupakan zat pengotor yang secara alami terkandung dalam minyak mentah, seperti sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, hingga logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri.

Menurutnya, pengelolaan zat pengotor tersebut penting untuk mencegah gangguan pada proses pengolahan di kilang sekaligus menjaga kualitas produk BBM yang dihasilkan.

"Proses ini dilakukan untuk mencegah zat-zat pengotor mengontaminasi minyak mentah dan mengganggu kinerja kilang, sehingga kualitas produk BBM yang dihasilkan tetap terjaga," ujar Roberth dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

2. Ada tiga tahapan utama dalam pengelolaan impurities

Antrean sepeda motor di SPBU Pertamina (iStock/Anzz Media)
Antrean sepeda motor di SPBU Pertamina (iStock/Anzz Media)

Ia menjelaskan, terdapat tiga tahapan utama dalam pengelolaan impurities. Pertama, menjaga fleksibilitas operasi kilang melalui seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM) dan blending, sehingga minyak mentah dengan kandungan zat pengotor tinggi tetap dapat diolah secara aman.

Tahap kedua dilakukan melalui proses pre-treatment dan chemical treatment untuk menurunkan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, serta logam. Proses tersebut didukung teknologi desalter, hydrotreating, dan injeksi bahan kimia antikorosi.

"Selanjutnya, tahap asset integrity and reliability diterapkan guna memastikan kilang beroperasi secara aman dan andal melalui penggunaan material tahan korosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin," jelasnya.

3. Pengelolaan impurities memungkinkan kilang menghasilkan BBM berstandar Euro 4

Suasana pembelian BBM di SPBU Waingapu usai diperiksa Pertamina dan Polres Sumba Timur. (Dok Pertamina)
Suasana pembelian BBM di SPBU Waingapu usai diperiksa Pertamina dan Polres Sumba Timur. (Dok Pertamina)

Roberth menuturkan, pengelolaan impurities memungkinkan kilang menghasilkan BBM berstandar Euro 4 dengan kandungan sulfur yang lebih rendah, seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, dan Pertamina Dex.

Menurut dia, BBM berstandar Euro 4 memiliki sejumlah keunggulan, antara lain membantu menjaga performa mesin, meningkatkan efisiensi pembakaran, serta menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan BBM dengan standar yang lebih rendah.

"Pengelolaan impurities tidak hanya menjaga keandalan operasional kilang, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi konsumen. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkualitas dan berkelanjutan," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More