Comscore Tracker

Mengenal Ormond College, Kampus Untuk Kamu yang Ingin Jadi Pengusaha

Hari gini udah gak zaman hanya jadi pegawai kantoran

Melbourne, IDN Times – Ketika banyak orang bertanya, “kamu mau jadi apa?” tentu jawabannya banyak sekali. Tidak sedikit yang berpikir untuk menjadi entrepreneur atau pengusaha. Bahkan di Indonesia sudah banyak sekolah atau universitas yang memberikan mata kuliah tentang kewirausahaan.

Namun, bagi kamu yang merasa ilmu yang diperoleh di dalam negeri belum cukup, belajar ke luar negeri mungkin bisa jadi opsi. Salah satu negara yang tidak terlalu jauh untuk dituju yakni Australia. 

Banyak inovasi yang diciptakan di negeri kangguru ini, mulai dari Wi-Fi, Penicilin, Google Maps, mesin ultrasound, dan masih banyak lagi. IDN Times dan lima media lainnya diberikan kesempatan khusus oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta untuk mengunjungi Wade Institute of Entrepreneurship, Ormond College, University of Melborune, pada Senin (26/11).

Penasaran seperti apa Ormond College? Yuk, ikuti hasil touring IDN Times.

1. Dua latar belakang didirikannya Ormond College

Mengenal Ormond College, Kampus Untuk Kamu yang Ingin Jadi PengusahaIDN Times / Helmi Shemi

Ada tiga alasan kenapa Ormond College didirikan. Pertama adalah latar belakang bisnis yang kurang. Yup, meski di Australia banyak inovasi, tapi dari segi penjualan atau bisnis mereka masih sangat kurang lho. Sebagai contoh, OECD ATAU Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi menempatkan Australia pada peringkat ke-35 dari 36 negara dalam penemuan komersialisasi. Bahkan Database Pengawasan Kewirausahaan Global dari aktivitas kewirausahaan menempati peringkat Australia di nomor 44.

Kedua, dari total pekerja, hanya 20 persen yang memiliki jiwa berwirausaha. Program Director Master of Entrepreneurship Colin McLead menyatakan 80 persen warganya adalah self employment (wirausaha), menciptakan bisnis baru dengan meniru usaha yang sudah ada.

Self employment itu tidak bagus karena hanya bisa copy model bisnis yang sudah ada, jadi jiwa inovasinya dan entrepreneurship-nya sangat kurang di Australia,” katanya.

Baca Juga: 4 Keseruan Mengenalkan Budaya Indonesia di Australia

2. “Menjadi pengusaha itu bukan butuh talenta tapi kemampuan manajemen”

Mengenal Ormond College, Kampus Untuk Kamu yang Ingin Jadi PengusahaIDN Times / Helmi Shemi

Dari beberapa survei yang dilakukan Ormond College, menjadi pengusaha bukan butuh talenta. Tapi yang paling penting adalah mengusai kemampuan manajemen.

Survei yang disebutkan Colin menyatakan bahwa beberapa faktor penting yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha adalah: pertama, peluang pemasaran dan bagaimana memasarkan suatu produk atau jasa itu sendiri. Kedua adalah bagaimana kamu bisa mengatur sumber daya manusia yang ada. Ketiga adalah produk itu sendiri. Faktor lainnya adalah riset dan pengembangan produk, penjualan dan memiliki rekan bisnis.

"Menjadi pengusaha bukan (butuh) talenta. Wirausaha merupakan kemampuan yang bisa diajarkan," kata Colin.

3. Gak cuma belajar teori, tapi langsung praktik

Mengenal Ormond College, Kampus Untuk Kamu yang Ingin Jadi PengusahaIDN Times / Helmi Shemi

Di Ormond College, kamu gak cuma belajar teori-teori seperti yang disebutkan di atas, tapi kamu akan langsung dihadapkan sama praktik langsung. Bayangkan, di semester pertama saja, kamu akan mendapat lima seminar kuliah selama lima hari dalam seminggu.

Kamu juga bisa bertemu dengan para wirausahawan, pebisnis, dan investor. Nantinya kamu akan punya seorang mentor yang akan mendampingi kamu selama satu tahun. Total ada 12 mata kuliah yang harus kamu ikuti di Ormond College.

“Program pascasarjana ini berbeda dengan apa yang diterima apabila mengikuti inkubator atau akselerator. Pada dasarnya kedua program tersebut hanya bersifat jangka pendek dan memiliki fokus yang lebih spesifik” ujarnya.

4. Kamu gak perlu khawatir usaha yang kamu buat di sini gagal

Mengenal Ormond College, Kampus Untuk Kamu yang Ingin Jadi PengusahaIDN Times / Helmi Shemi

Di sini kamu akan dimimnta membuat 3 startup dan belajar mengembangkan usaha kamu sampai jadi. Eits, kamu gak perlu khawatir gagal di sini karena usaha kamu tidak jalan atau usaha kamu belum mendapat akses. Yang paling penting adalah kamu belajar dari kegagalan itu dan berpikir kritis apa yang harus kamu lakukan ke depannya.

“Tidak hanya itu dalam sesekali kami membuat mereka untuk memakai kostum yang tidak sesuai dengan pribadi masing-masing buat mencerminkan bahwa dunia startup itu penuh dengan ketidakpastian dan mereka harus terbiasa dengan itu,” kata Colin.

5. Sudah siap buka usaha begitu kamu lulus

Mengenal Ormond College, Kampus Untuk Kamu yang Ingin Jadi PengusahaIDN Times / Helmi Shemi

Dengan kurikulum yang fokus pada wirausaha, tentu kamu akan mendapatkan pengalaman matang dan lebih siap membuka usaha sendiri. Terlebih kalau usaha yang kamu bangun saat kuliah di Ormond College ini sukses. Tentunya ada peluang mendapatkan investasi dari para VC atau angel investor yang tertarik.

“Sehingga ketika mereka masuk ke lapangan, ada harapan untuk merintis karier lebih cepat dan tidak melakukan kesalahan saat menghadapi masalah yang sama saat duduk di bangku kuliah,” ujar Colin.

Bagaimana, kamu tertarik bergabung dengan Ormond College dan siap jadi pengusaha?

Topic:

  • Helmi Shemi
  • Santi Dewi

Just For You