Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap dunia usaha, khususnya dalam tekanan biaya produksi dan cash flow atau arus kas keuangan perusahaan. Terlebih rupiah sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS atau level terendahnya.
“Ketika rupiah melemah cukup dalam dan berlangsung relatif lama, dampaknya tidak hanya kenaikan biaya produksi, tetapi juga tekanan terhadap cash flow perusahaan,” ujar Anggawira kepada IDN Times, Kamis (14/3/2026).
