ilustrasi kolam renang (pexels.com/panumas nikhomkhai)
Bagi kamu yang tinggal di kawasan dengan banyak rumah yang memiliki kolam renang, jasa perawatan kolam bisa menjadi peluang bisnis yang cukup spesifik. Pekerjaannya mencakup membersihkan kolam, menjaga kondisi air, memeriksa peralatan, hingga menangani perbaikan tertentu. Bisnis ini tentu lebih relevan di wilayah dengan banyak properti yang memiliki kolam renang, termasuk kawasan perumahan premium, vila, hotel, dan fasilitas komersial. Karena perawatan perlu dilakukan secara rutin, kamu juga berpotensi mendapatkan pelanggan berlangganan.
Potensi bisnisnya gak berhenti pada layanan pembersihan saja. NIP Group, perusahaan penyedia asuransi khusus industri, menyebutkan bahwa margin layanan pembersihan kolam berada sekitar 15–30 persen, sedangkan layanan peralatan dan perbaikan dapat memberikan margin lebih tinggi. Artinya, kamu bisa memperluas bisnis secara bertahap dari jasa sederhana menuju layanan yang lebih lengkap. Pengembangan tersebut juga berpotensi membuat bisnis lebih menarik bagi pelanggan komersial.
Sementara itu, Yahoo Finance melaporkan proyeksi pasar layanan pembersihan dan perawatan kolam yang meningkat dari sekitar US$27,4 miliar atau Rp455 triliun menjadi US$45,5 miliar atau sekitar Rp755 triliun pada 2032. Angka tersebut merupakan proyeksi pasar global, sehingga jangan dianggap sebagai nilai industri perawatan kolam renang di Indonesia, ya. Kalau ingin menjalankan bisnis serupa di sini, kamu tetap perlu melihat jumlah properti dengan kolam renang, daya beli calon pelanggan, biaya peralatan, serta persaingan di wilayah operasionalmu.
Memilih bisnis startup gak harus selalu berarti membangun perusahaan teknologi yang membuatmu duduk di depan komputer sepanjang hari. Jasa perawatan taman, pressure washing, pengangkutan barang bekas, mobile car detailing, dan perawatan kolam renang sama-sama menawarkan model bisnis yang membuat aktivitasmu lebih banyak berlangsung di lapangan.
Data dari Amerika Serikat dan pasar global dalam artikel ini memang gak bisa langsung dianggap sebagai gambaran kondisi Indonesia, tapi bisa memberikan gambaran mengenai jenis layanan yang memiliki permintaan di pasar lain. Jadi sebelum memulai, kamu tetap perlu melakukan riset pasar lokal agar tahu apakah kebutuhan serupa benar-benar ada di daerahmu dan bagaimana model bisnisnya bisa disesuaikan.