IHSG Ambruk Usai Rilis MSCI, Net Sell Asing Tembus Rp2,92 T!

IHSG turun 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233 pada penutupan sesi I, setelah perdagangan sempat dihentikan 30 menit karena pelemahan melampaui 8 persen.
Pelemahan berlanjut usai MSCI Inc menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, memicu aksi jual bersih investor asing sebesar Rp2,92 triliun.
Penjualan asing terbesar terjadi pada BBCA, BBRI, dan BMRI, sementara pembelian asing masih mengarah ke GOTO, DSSA, MEDC, INDF, dan ERAA.
Jakarta, IDN Times - Indeks Saham Gabungan (IHSG) melemah 630,78 poin atau -10,76 persen ke level 5.233 pada penutupan perdagangan sesi I.
Pelemahan IHSG berlanjut setelah pagi tadi sempat dihentikan perdagangannya selama 30 menit (trading halt), karena melemah lebih dari 8 persen.
Menyusul pelemahan IHSG yang dipengaruhi pertimbangan MSCI Inc menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp2,92 triliun.
Net sell itu berasal dari aksi beli investor asing sebesar Rp5,21 triliun, namun aksi jualnya mencapai Rp8,13 triliun.
Berdasarkan data Stockbit, saham-saham yang menjadi incaran aksi jual ialah BBCA senilai Rp1,98 triliun, BBRI senilai Rp630,97 miliar, BMRI senilai Rp485,08 miliar, ANTM senilai Rp113,97 miliar, dan TLKM senilai Rp55,08 miliar.
Adapun saham-saham yang masih menjadi incaran aksi beli investor asing adalah GOTO senilai Rp97,72 miliar, DSSA senilai Rp54,44 miliar, MEDC senilai Rp35,47 miliar, INDF senilai Rp30,06 miliar, dan ERAA senilai Rp27,99 miliar.


















