Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). IHSG dibuka di zona merah pada level 4.961,88.
Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.03 WIB, IHSG melemah 258,91 poin atau 4,99 persen ke level 4.926,20. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 4.974,66, sebelum terus bergerak turun hingga menyentuh level terendah 4.925,98 pada awal perdagangan.
Tekanan jual mendominasi perdagangan. Tercatat sebanyak 716 saham melemah, sedangkan 47 saham menguat dan 200 saham tidak bergerak alias stagnan.
Sementara itu, total volume transaksi mencapai 2,55 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp3,12 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 160,4 ribu kali. Sementara, kapitalisasi pasar saham di BEI tercatat sebesar Rp8.736 triliun.
Tekanan di pasar saham Indonesia terjadi di tengah sentimen negatif terkait rencana MSCI Inc mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Usulan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek aliran modal asing dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
MSCI belum mengambil keputusan final. Proses konsultasi dengan pelaku pasar berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat pada akhir Juni 2027. Selama proses tersebut, Indonesia masih berstatus Emerging Market.
