Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Anjlok 4,99 Persen ke 4.926 Pasca Pembukaan Perdagangan
ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)
  • IHSG melemah 4,99 persen ke level 4.926,20 pada awal perdagangan BEI.

  • Tekanan jual mendominasi dengan 716 saham melemah dan hanya 47 saham menguat.

  • Sentimen negatif muncul terkait rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (19/10/2026)

IHSG dibuka di zona merah pada level 4.961,88. Pada awal perdagangan, indeks kemudian melemah hingga level 4.926,20.

30 April 2027

Proses konsultasi MSCI dengan pelaku pasar berlangsung hingga waktu tersebut.

akhir Juni 2027

Keputusan akhir MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia dijadwalkan paling lambat pada waktu tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IHSG melemah 258,91 poin atau 4,99 persen ke level 4.926,20 pada awal perdagangan.
  • Who?
    IHSG, Bursa Efek Indonesia, MSCI Inc, investor, dan pelaku pasar terkait dalam perdagangan saham Indonesia.
  • Where?
    Perdagangan berlangsung di Bursa Efek Indonesia, dengan dampak pada pasar saham Indonesia.
  • When?
    Senin (19/10/2026), berdasarkan data BEI hingga pukul 09.03 WIB.
  • Why?
    Tekanan pasar terjadi di tengah sentimen negatif terkait rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
  • How?
    Tekanan jual mendominasi, dengan 716 saham melemah, 47 saham menguat, dan 200 saham stagnan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

IHSG turun banyak saat Bursa Efek Indonesia baru dibuka pada Senin, 19 Oktober 2026. Ada 716 saham yang turun, sementara 47 saham naik. Ini terjadi karena investor khawatir MSCI akan mengubah status pasar saham Indonesia. MSCI belum memutuskan, dan Indonesia masih berstatus Emerging Market.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan pembukaan, pasar tetap menunjukkan aktivitas yang besar melalui 160,4 ribu frekuensi transaksi dan nilai Rp3,12 triliun. Status Indonesia sebagai Emerging Market juga masih berlaku sambil konsultasi MSCI dengan pelaku pasar berjalan hingga April 2027, sehingga proses penilaian tersebut belum bersifat final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). IHSG dibuka di zona merah pada level 4.961,88.

Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.03 WIB, IHSG melemah 258,91 poin atau 4,99 persen ke level 4.926,20. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 4.974,66, sebelum terus bergerak turun hingga menyentuh level terendah 4.925,98 pada awal perdagangan.

Tekanan jual mendominasi perdagangan. Tercatat sebanyak 716 saham melemah, sedangkan 47 saham menguat dan 200 saham tidak bergerak alias stagnan.

Sementara itu, total volume transaksi mencapai 2,55 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp3,12 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 160,4 ribu kali. Sementara, kapitalisasi pasar saham di BEI tercatat sebesar Rp8.736 triliun.

Tekanan di pasar saham Indonesia terjadi di tengah sentimen negatif terkait rencana MSCI Inc mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Usulan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek aliran modal asing dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

MSCI belum mengambil keputusan final. Proses konsultasi dengan pelaku pasar berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat pada akhir Juni 2027. Selama proses tersebut, Indonesia masih berstatus Emerging Market.

Curated For You

Editorial Team

Related Article