IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Investor Diminta Hati-hati Beli Saham

IHSG diperkirakan masih volatil dan cenderung melemah pada perdagangan Senin setelah penurunan 11,57 persen pada Jumat.
Usulan reklasifikasi MSCI memicu sentimen negatif karena menyoroti transparansi dan kredibilitas pasar saham Indonesia.
Investor diminta memperhatikan nilai transaksi, arus dana asing, serta respons otoritas sebelum mengambil keputusan.
Jakarta, IDN Times - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengingatkan pelaku pasar untuk berhati-hati menghadapi perdagangan saham pada Senin (19/10/2026).
Peringatan tersebut muncul setelah IHSG anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026).
Pelemahan itu terjadi di tengah sentimen negatif setelah penyedia indeks global MSCI Inc mengumumkan konsultasi atas usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
"Pelaku pasar sebaiknya tetap berhati-hati, mengutamakan manajemen risiko, dan tidak terburu-buru melakukan bottom fishing (membeli saham yang harganya telah turun tajam) sebelum tekanan jual mereda dan IHSG menunjukkan sinyal stabilisasi yang lebih meyakinkan," katanya kepada IDN Times, Minggu (18/10/2026).
1. IHSG diperkirakan masih volatil pada Senin

ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya) Nafan memperkirakan IHSG masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin. Ketidakpastian terkait usulan MSCI berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor asing dan investor institusi yang sensitif terhadap perubahan klasifikasi indeks global.
MSCI mengumumkan usulan reklasifikasi tersebut pada 15 Oktober 2026. Lembaga itu menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, serta dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi yang dinilai memengaruhi kelayakan pasar saham Indonesia bagi investor global.
MSCI membuka periode konsultasi hingga 30 April 2027 dan dijadwalkan mengumumkan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. Selama proses tersebut, pembekuan perubahan tertentu pada indeks MSCI untuk saham Indonesia tetap berlaku.
"Untuk perdagangan Senin besok, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan tertekan (bearish bias), seiring sentimen negatif dari MSCI," ujar dia.
2. Peluang technical rebound masih terbuka

Ilustrasi penguatan IHSG. (IDN Times/Muhammad Surya) Meski tekanan jual masih membayangi, Nafan menilai peluang technical rebound tetap terbuka apabila muncul aksi beli pada saham-saham yang telah terkoreksi signifikan.
"Namun, penguatan tersebut berpotensi bersifat sementara selama belum ada kejelasan mengenai arah kebijakan MSCI dan langkah konkret otoritas dalam memperbaiki transparansi serta kredibilitas pasar modal domestik," tuturnya.
Pada Jumat, IHSG ditutup turun 11,57 persen ke level 5.185,11 setelah sempat mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada awal sesi. Penurunan tersebut terjadi setelah MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.
3. Investor diminta mencermati arus dana asing

Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama) Nafan menyarankan investor mencermati nilai transaksi, arus dana asing, dan respons otoritas untuk melihat perkembangan kepercayaan pasar. Pergerakan indikator tersebut menjadi perhatian di tengah ketidakpastian terkait usulan reklasifikasi MSCI.
"Investor disarankan mencermati pergerakan nilai transaksi, arus dana asing, serta respons otoritas sebagai indikator pemulihan kepercayaan pasar," kata dia.




















