IHSG Rontok Nyaris 12 Persen di Penutupan Usai Pengumuman MSCI

- IHSG ditutup anjlok 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10/2026), melanjutkan pelemahan tajam sejak pagi.
- Perdagangan sempat dihentikan sementara setelah IHSG turun lebih dari 8 persen, di tengah pertimbangan MSCI mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.
- Transaksi mencapai Rp31,74 triliun; hanya 11 saham menguat, sementara 812 melemah. Indeks unggulan, termasuk LQ45, IDX30, IDX80, IDXQ20, dan IDXESGL, turun lebih dari 13 persen.
Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan tajam sejak pagi tadi, Jumat (16/10/2026). Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG melemah hingga 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11.
Pagi tadi, perdagangan bursa sempat dihentikan sementara (trading halt), akibat IHSG melemah lebih dari 8 persen. Pelemahan IHSG seiring pertimbangan MSCI Inc (sebelumnya Morgan Stanley Capital International) untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233.
Berdasarkan data IDX Mobile, level tertinggi IHSG hari ini ialah 5.404,51 yang masih di zona merah, dan level terendahnya 5.185,11.
Investor membukukan transaksi Rp31,74 triliun, dengan volume perdagangan senilai 66,79 miliar lembar saham, dan frekuensi sebanyak 2,11 juta kali.
Tercatat hanya 11 saham yang berhasil menguat, yaitu BSWD, ABDA, TRUK, CBPE, PTSP, RUNS, ARTA, LPGI, DNET, DAYA, dan BYAN.
Sementara, ada 812 saham mengalami pelemahan, dan 140 saham stagnan.
Indeks saham unggulan seperti LQ45 melemah lebih dari 13 persen, tepatnya 13,82 persen. Lalu IDX30 melemah 13,73 persen, IDX80 melemah 13,59 persen, IDXQ20 melemah 13,88 persen, serta IDXESGL melemah 13,89 persen.

















