Jakarta, IDN Times - Oktober dan November adalah musim panen buah zaitun di Palestina. Bagi warga lokal, hal itu memiliki makna khusus karena panen tersebut dianggap sebagai acara nasional untuk merayakan hubungan dan koneksi mereka dengan tanah tersebut.
Sebelum perang berkecamuk, musim pemetikan zaitun telah terganggu karena kekerasan yang dilakukan Israel di berbagai wilayah di Palestina.
Di Tepi Barat yang diduduki, pemukim Israel melakukan penyerangan terhadap warga Palestina di tanah mereka, bahkan mencuri buah zaitun dan membakar kebun mereka. Dilaporkan pada Oktober, seorang petani zaitun, Bilal Saleh, ditembak mati oleh seorang pemukim ketika sedang memanen tanamannya di dekat Nablus.
Di Jalur Gaza, militer Israel menargetkan dan mengebom lahan pertanian selama masa perang atau menyemprotnya dengan pestisida. Hal ini menyebabkan tanaman mati dan mengakibatkan tanah tidak dapat digunakan lagi untuk pertanian.
Namun, perang terbaru Israel di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober setelah serangan Hamas di Israel selatan, memaksa para petani meninggalkan tanah dan rumah mereka.
