potret Presiden Prancis, Emmanuel Macron (commons.wikimedia.org/European Union)
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebelumnya meminta negara-negara Eropa untuk menunda pembayaran utang tersebut. Saat berkunjung ke Athena pada 25 April 2026, Macron menyatakan pelunasan utang saat ini akan membebani anggaran.
"Tidak masuk akal untuk membayar utang Covid-19 sekarang karena akan memberatkan anggaran, sementara saat ini banyak yang mencari surat utang Eropa," kata Macron.
Ia menilai, pelunasan yang dipercepat sebagai langkah yang kurang tepat dan mengusulkan agar utang tersebut diperpanjang serta surat utang baru diterbitkan.
"Kita berutang selama pandemik COVID-19. Sekarang kita disuruh membayar cepat, itu tidak tepat. Mari kita perpanjang utang ini dan terbitkan surat utang baru, karena banyak yang ingin membelinya dengan harga murah agar kita punya ruang keuangan," kata Macron.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, juga mendukung usulan tersebut. Ia mempertanyakan alasan pelunasan yang cepat karena hal itu akan mengurangi anggaran hingga enam tahun ke depan, padahal permintaan terhadap surat utang Eropa masih tinggi.
Namun, beberapa negara seperti Jerman memilih berhati-hati. Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil menegaskan, pemerintahnya tidak melihat alasan untuk mengubah aturan utang bersama Eropa karena dana yang ada saat ini dinilai masih cukup.