- Pertumbuhan Ekonomi: Melambat hingga ke angka 2,5 persen pada 2026.
- Inflasi: Berisiko melonjak hingga 5,4 persen.
IMF Khawatir Ekonomi Global Rontok jika Perang Timur Tengah Berlarut

- IMF memperingatkan bahwa perang berkepanjangan di Timur Tengah, terutama melibatkan Iran hingga 2027, dapat mengguncang stabilitas ekonomi global dan membuat asumsi optimistis sebelumnya tidak lagi relevan.
- Harga minyak dunia berpotensi menembus 100 hingga 125 dolar AS per barel, yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi global ke sekitar 2 persen dan mendorong inflasi mendekati 6 persen.
- Penutupan Selat Hormuz dikhawatirkan mengganggu pasokan energi global, memicu kelangkaan minyak, kenaikan biaya pupuk hingga 40 persen, serta lonjakan harga pangan antara 3 sampai 6 persen.
Jakarta, IDN Times - Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan peringatan terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan bahwa perang yang melibatkan Iran dan terus berlanjut hingga 2027 berisiko besar merontokkan stabilitas ekonomi global.
Awalnya, IMF menggunakan asumsi optimistis dengan skenario konflik jangka pendek. Dalam hitungan tersebut, ekonomi dunia diprediksi hanya melambat tipis ke angka 3,1 persen dengan inflasi di level 4,4 persen. Namun, melihat kondisi terkini, Georgieva menegaskan bahwa asumsi tersebut sudah tidak lagi realistis karena situasi di lapangan telah melampaui prediksi awal lembaga tersebut.
1. IMF menyoroti tekanan harga minyak global

Situasi saat ini terpantau mulai bergeser ke arah skenario terburuk yang disiapkan oleh IMF. Titik kritisnya ada pada harga minyak dunia yang diprediksi bisa menyentuh atau bahkan melewati angka 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel atau setara Rp1,7 juta.
Dalam diskusi di Institut Milken pada Senin (4/5/2026), Georgieva memaparkan dampak jika harga minyak bertahan di level tersebut:
Meski saat ini kondisi keuangan global belum mengalami pengetatan yang ekstrem, Georgieva memperingatkan bahwa perang yang berkepanjangan dapat seketika mengubah peta kekuatan ekonomi tersebut.
2. IMF memperingatkan lonjakan inflasi dunia

Ketakutan terbesar IMF muncul jika konflik ini tidak kunjung mereda hingga 2027 dan memaksa harga minyak terbang ke angka 125 dolar AS per barel (setara Rp2,1 juta). Jika angka ini tercapai, dunia akan menghadapi hantaman inflasi yang jauh lebih berat.
“Maka kita akan melihat inflasi naik dan kemudian secara tidak terhindarkan, ekspektasi inflasi akan mulai terlepas dari jangkarnya,” ungkap Georgieva, dikutip Economic Times.
Ia menekankan bahwa skenario kelam ini bukan lagi sekadar teori, melainkan sebuah kemungkinan yang semakin mendekati kenyataan seiring dengan memanasnya tensi peperangan di kawasan tersebut.
3. Penutupan Selat Hormuz mengganggu pasokan energi

Salah satu pemicu utama kekhawatiran ini adalah potensi penutupan Selat Hormuz. Jalur ini sangat krusial karena mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. CEO Chevron, Mike Wirth, memperingatkan bahwa penutupan jalur ini akan memicu kelangkaan minyak secara fisik di banyak negara.
Wirth menilai Asia akan menjadi wilayah pertama yang merasakan dampak penyusutan ekonomi akibat terganggunya pasokan energi ini. Selain energi, sektor pangan juga terancam. Georgieva menyoroti biaya pupuk yang sudah naik 30-40 persen sehingga dapat mendorong harga pangan dunia meningkat 3-6 persen, sementara sektor lain berisiko menghadapi tekanan rantai pasok serupa, dilansir Al Mayadeen.
Georgieva menegaskan bahwa situasi ini sangat serius. Jika skenario terburuk terjadi, pertumbuhan ekonomi global bisa merosot hingga ke level 2 persen dengan inflasi mencapai 5,8 persen. Kondisi ini dianggap sebagai ancaman kerusakan jangka panjang bagi tatanan ekonomi dunia.
![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)




![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Cek Kamu akan Terlahir Jadi CEO atau Karyawan Biasa](https://image.idntimes.com/post/20250411/1000080289-5b24f5a14d3cd8dcd6ed21352b3d81b1-8e79354d356775a53c1f354e2534f81e.jpg)








