Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IMF Prediksi Ekonomi Jepang Turun ke Peringkat ke-6 pada 2027

3 min read
IMF Prediksi Ekonomi Jepang Turun ke Peringkat ke-6 pada 2027
ilustrasi bendera Jepang (unsplash.com/Roméo A.)
  • IMF memproyeksikan Jepang turun dari peringkat keempat pada 2026 menjadi ekonomi terbesar keenam dunia pada 2027, setelah India dan Inggris melampaui PDB nominalnya.
  • Pada 2027, PDB nominal India diperkirakan mencapai 4,52 triliun dolar AS, Inggris 4,49 triliun dolar AS, dan Jepang 4,47 triliun dolar AS.
  • Pelemahan yen, biaya hidup, populasi menua, dan pertumbuhan rendah menekan Jepang; IMF memperkirakan pertumbuhan bertahan 0,7 persen pada 2026-2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi Jepang akan turun ke peringkat keenam ekonomi terbesar dunia pada 2027 berdasarkan produk domestik bruto (PDB) nominal. Prediksi tersebut tercantum dalam Laporan Prospek Ekonomi Dunia edisi Oktober 2026 yang dirilis pada Selasa (13/10/2026).

Dilansir The Japan Times, Jepang diperkirakan menempati peringkat keempat pada 2026 dengan PDB nominal 4,34 triliun dolar AS (setara Rp77,92 kuadriliun). Pada 2027, posisinya diproyeksikan turun lantaran India dan Inggris melampaui nilai PDB nominal Jepang. 

  1. 1. India dan Inggris diprediksi menyalip Jepang

    dolar Amerika Serikat
    ilustrasi dolar Amerika Serikat (unsplash.com/Giorgio Trovato)

    Berdasarkan laporan IMF, PDB nominal Inggris tahun ini meraih peringkat kelima dengan proyeksi sebesar 4,27 triliun dolar AS (setara Rp76,66 kuadriliun), sedangkan India mencapai 4,06 triliun dolar AS (setara Rp72,89 kuadriliun). 

    India diperkirakan menempati peringkat keempat pada 2027 dengan PDB nominal 4,52 triliun dolar AS (setara Rp81,15 kuadriliun). Inggris menyusul di posisi kelima dengan 4,49 triliun dolar AS (setara Rp80,61 kuadriliun), sedangkan Jepang berada di posisi keenam dengan 4,47 triliun dolar AS (setara Rp80,25 kuadriliun).

    Perkiraan Inggris menyalip Jepang tersebut lebih cepat dari proyeksi sebelumnya, yakni pada 2029. Sementara itu, prediksi India menyalip Jepang pada 2025 tidak terwujud. Pada 2023, Jepang kehilangan posisi sebagai ekonomi terbesar ketiga dunia setelah disalip Jerman. Sebelumnya, Jepang menempati posisi tersebut selama kisaran satu dekade.

  2. 2. Pelemahan yen menekan posisi ekonomi Jepang

    yen
    ilustrasi yen (pixabay.com/Maccabee)

    Pelemahan yen terhadap dolar AS mengurangi daya beli Jepang, sedangkan kenaikan biaya hidup menekan rumah tangga. Populasi yang menua dan pertumbuhan ekonomi yang rendah juga menjadi tantangan bagi prospek ekonomi negara tersebut.

    Di tengah tekanan tersebut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah akan terus memantau pergerakan nilai tukar yen dan harga secara saksama serta meresponsnya dengan tepat. Mengutip Reuters, pernyataan itu disampaikan saat ia menjawab pertanyaan anggota parlemen oposisi pada Jumat (9/10).

  3. 3. Pertumbuhan ekonomi Jepang diproyeksikan melambat

    Kantor Pusat Bank of Japan
    Kantor Pusat Bank Sentral Jepang (commons.wikimedia.org/Wiiii)

    IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang melambat dari 1,2 persen pada 2025 menjadi 0,7 persen pada 2026. Pertumbuhan tersebut diproyeksikan bertahan pada level yang sama pada 2027 seiring meredanya dampak lonjakan harga energi dan normalisasi kebijakan moneter.

    IMF juga memperkirakan Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga secara bertahap menuju tingkat netral kendati pertumbuhan ekonomi melambat. Pada September 2026, BOJ menaikkan suku bunga menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam 31 tahun, dan memberi sinyal kesiapan untuk kembali memperketat kebijakan guna mencegah inflasi melampaui target 2 persen.

    Ketergantungan Jepang pada impor bahan bakar dan bahan baku membuat perekonomiannya rentan terhadap dampak inflasi akibat kenaikan harga energi dan pelemahan yen. Di sisi lain, dukungan fiskal pemerintah membantu meredam dampak kenaikan harga energi terhadap perekonomian pada 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More