Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, persoalan tata kelola, transparansi kepemilikan saham, dan pengawasan pasar menjadi masalah utama yang disoroti MSCI Inc dalam konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.
Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung lama dan tidak bisa hanya dikaitkan dengan akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Tauhid mengatakan, masalah pada tiga emiten yang dikenai sanksi Rp2,1 triliun telah teridentifikasi jauh sebelum akuisisi BYAN menjadi perhatian publik. Dia menilai kedua peristiwa tersebut tidak serta-merta saling menyebabkan.
"Tidak menjadi penyebab satu sama lain. Karena tadi tiga emiten ini kan sudah terjalin dari jauh-jauh hari, perilaku dan sebagainya,” kata Tauhid pada Selasa (20/10/2026).
