Comscore Tracker

5 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional  

Kamu tim syariah apa konvensional nih?

Jakarta, IDN Times - Pada umumnya, masyarakat mengenal dua jenis asuransi, yaitu syariah dan konvensional. Namun, masih banyak yang bingung terkait skema asuransi syariah dan konvensional.

Secara umum, akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah hibah (tabarru') dan dipastikan halal. Sementara, akad pada asuransi konvensional sama dengan perjanjian jual beli.

Selain itu, masih ada lima perbedaan mendasar antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Berikut penjelasannya.

1. Sistem perjanjian

5 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional  Ilustrasi Perjanjian (IDN Times/Arief Rahmat)

Akad tafakul menjadi landasan sistem perjanjian asuransi syariah. Selain prinsip dasar, ada perbedaan asuransi akad tolong menolong yang memungkinkan para peserta asuransi untuk membantu peserta lainnya dengan dana sosial (tabarru’) yang telah dikumpulkan oleh pihak asuransi syariah.

Sementara, prinsip dasar yang digunakan pada asuransi konvensional adalah akad tabaduli, yaitu jual beli. Akad tersebut harus ada kejelasan meliputi pembeli, penjual, objek yang diperjualbelikan, harga, dan ijab qabul. Kedua pihak juga memahami dan menyetujui transaksi yang terjadi.

Baca Juga: 6 Tips Klaim Asuransi, Gak Mungkin Ditolak!

2. Bentuk investasi dan pengelolaan dana

5 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional  Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Dalam asuransi syariah, investasi tidak bisa dilakukan pada berbagai usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah, termasuk bersifat haram. Kriteria bentuk investasi bisnis yang dilarang dalam asuransi syariah di antaranya perjudian, perdagangan dengan penawaran atau permintaan palsu, mengandung riba (pembiayaan berbasis bunga), dan transaksi suap.

Sementara, prinsip dasar dalam asuransi konvensional adalah melakukan berbagai macam investasi dengan meraup keuntungan sebesar-besarnya. Tidak pada perhitungan halal atau haram dalam instrumen investasi yang dipilih.

3. Pengelolaan dana

5 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional  Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Pada asuransi syariah, dana yang ada adalah milik semua peserta. Perusahaan hanya berperan sebagai pengelola dana tanpa hak milik. Dana tersebut dikelola semaksimal mungkin untuk keuntungan peserta asuransi dengan sistem transparan. Selain itu, dana yang dikelola bersifat halal dan sesuai syariat islam.

Sementara, pada asuransi konvensional dana yang telah dibayarkan oleh nasabah akan dikelola sesuai perjanjian. Misalnya dialihkan untuk biaya investasi atau pertimbangan lain sesuai dengan jenis produk asuransi yang dipilih.

4. Sistem kepemilikan dana

5 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional  ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sistem kepemilikan dana pada asuransi syariah menerapkans sistem kolektif. Apabila peserta mengalami musibah, peserta lain akan membantu memberikan santunan melalui kumpulan dana tabarru’.

Hal itu sesuai dengan prinsip sharing of risk. Prinsip itu tidak berlaku pada asuransi konvensional. Dana yang terkumpul di perusahaan asuransi konvensional akan dikelola berdasarkan pembayaran premi bulanan.

5. Pengawasan dana

5 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional  Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Asuransi syariah melibatkan pihak ketiga sebagai pengawas kegiatan asuransi, yaitu Dewan Pengawas Syariah yang bertanggung jawab langsung kepada Majelis Ulama Indonesia.

Sementara, pada asuransi konvensional tidak ada badan pengawas khusus untuk mengontrol semua kegiatan dan transaksi perusahaan. Sebab, semua kegiatan yang dilakukan oleh asuransi konvensional telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga: 3 Alasan Penting Millennial Harus Punya Asuransi!

Topic:

  • Satria Permana
  • Bunga Semesta Int

Berita Terkini Lainnya