Data Pengguna Dicuri, Tokopedia Pastikan Data Pembayaran Tidak Bocor 

Data 91 juta pengguna Tokopedia dikabarkan dijual Rp74 juta

Jakarta, IDN Times - VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak  memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Ia menjamin keamanan data pelanggan tetap terjaga. 

"Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," kata Nuraini Razak dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).

1. Tokopedia mengklaim informasi penting pengguna tetap terlindungi

Data Pengguna Dicuri, Tokopedia Pastikan Data Pembayaran Tidak Bocor Dok. Tokopedia

Nuraini membenarkan ada upaya pencurian data pengguna. Namun, Tokopedia memastikan informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi.

"Kami selalu berupaya menjaga kerahasiaan data pengguna karena bisnis Tokopedia adalah bisnis kepercayaan. Keamanan data pengguna merupakan prioritas utama Tokopedia," ungkapnya.

2. Tokopedia mengimbau pengguna mengganti password secara berkala

Data Pengguna Dicuri, Tokopedia Pastikan Data Pembayaran Tidak Bocor Dok. Tokopedia

Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, ia menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan.

Tokopedia juga menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun.

"Kami selalu mengedukasi seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun dan untuk alasan apa pun," ungkapnya.

3. Data 91 juta pengguna Tokopedia dikabarkan dijual Rp74 juta

Data Pengguna Dicuri, Tokopedia Pastikan Data Pembayaran Tidak Bocor Ilustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Peretas platform Tokopedia dikabarkan berhasil menjual data 91 juta pengguna. Dalam akun Twitter @underthebreach menyebutkan data tersebut dijual di Darknet seharga 5000 US dolar atau setara Rp74.375.000. Darknet merupakan bagian dari internet yang tidak bisa diakses secara umum.

"Ini sangat buruk. Pastikan Anda mengganti kata sandi untuk layanan lain jika Anda menggunakan kembali kata sandi," ujar akun tersebut.

Akun @underthebreach juga menyebutkan peretasan terjadi pada Maret 2020. Sebanyak 15 juta data pengguna berhasil diretas, meskipun peretas mengatakan ada banyak lagi.

"Basis data berisi email, kata sandi, dan nama," ungkapnya.

Baca Juga: Data 91 Juta Pengguna Tokopedia Dikabarkan Dijual Rp74 Juta 

Topik:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya