Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid mengungkapkan pentingnya optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam mendorong industri manufaktur dalam negeri yang tengah mengalami perlambatan beberapa waktu belakangan ini.
Arsjad meminta RI berkaca dari dua negara Asia yang sukses membangun industri manufaktur dalam negerinya lewat optimalisasi KEK.
Pertama ada China yang awalnya dimulai dengan KEK di Shenzen dan kemudian diikuti pembangunan KEK lainnya. Kedua, ada Vietnam yang juga melakukan optimalisasi KEK untuk memajukan industri manufaktur.
"Kita melihat bahwa kita belum optimal dalam melakukan bagaimana peran dari special economic zone, yang di mana di situ kita harus berpikir juga bahwa special economic zone yang kita miliki itu harus fokus," ujar Arsjad dalam konferensi pers Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
