Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

INKA Ungkap Progres Pengadaan Kereta KAI Group Senilai Rp14,88 Triliun

3 min read
INKA Ungkap Progres Pengadaan Kereta KAI Group Senilai Rp14,88 Triliun
PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)
  • INKA mendapat kontrak pengadaan sarana perkeretaapian KAI Group senilai Rp14,88 triliun pada periode 2018-2023.

  • Sejumlah kereta dan gerbong telah diproduksi serta diserahterimakan, termasuk tujuh rangkaian KRL yang sudah beroperasi di Jabodetabek.

  • INKA masih menyelesaikan 177 kereta penumpang dan sembilan rangkaian KRL akibat kendala modal kerja dan perizinan pengiriman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA terus mendukung layanan KAI Group melalui penyediaan sarana perkeretaapian produksi dalam negeri.

Pada periode 2018-2023, KAI Group memberikan kepercayaan kepada INKA untuk pengadaan sarana dengan nilai kontrak Rp14,88 triliun. Pengadaan tersebut mencakup 16 rangkaian kereta commuter, 612 unit kereta penumpang, serta 1.125 unit gerbong datar untuk angkutan batu bara.

"Kami menghargai kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan KAI Group," kata Direktur Utama INKA Bambang Jatmika dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026)

  1. 1. INKA sebut kolaborasi penting bagi industri kereta api

    1000948682 (1).jpg
    Produksi kereta di PT. INKA Banyuwangi, Kecamatan Kalipuro. (Dok. Pemkab Banyuwangi)

    Bambang menilai kerja sama antara perusahaan manufaktur dan operator berperan penting dalam pengembangan layanan perkeretaapian serta pembentukan ekosistem industri kereta api di Indonesia.

    Menurutnya, sarana produksi INKA telah digunakan dalam perjalanan masyarakat. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman.

    "Berbagai sarana yang kami produksi kini menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Hal ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan ketepatan delivery produk" ujar Bambang.

  2. 2. INKA paparkan progres pengadaan kereta dan gerbong

    Ilustrasi: Kereta Penumpang Bangladesh Railway. (Doc: INKA)
    Ilustrasi: Kereta Penumpang Bangladesh Railway. (Doc: INKA)

    Kerja sama INKA dan KAI Group antara lain mencakup pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek. Kontrak senilai Rp3,9 triliun itu ditandatangani pada 2018 dan seluruh rangkaiannya selesai diproduksi pada 2021.

    Pada 2023, kerja sama berlanjut melalui kontrak pengadaan 612 unit kereta penumpang Stainless Steel New Generation (SSNG) senilai Rp5,5 triliun dan 16 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) senilai Rp3,8 triliun.

    Untuk pengadaan kereta SSNG, INKA menyebut 40 rangkaian telah diserahterimakan hingga 2026 dan digunakan untuk melayani penumpang. Pengadaan ini menjadi bagian dari pembaruan armada kereta penumpang KAI.

    Sementara itu, dari total 16 rangkaian KRL yang dipesan, tujuh rangkaian telah beroperasi di lintas Jabodetabek. Sembilan rangkaian lainnya belum selesai karena kendala working capital mismatch yang dialami INKA serta perizinan pengiriman dari pabrik di Banyuwangi dan Madiun menuju Depok.

    Di sektor angkutan barang, INKA juga mengerjakan pengadaan 1.125 unit gerbong datar berdasarkan kontrak pada 2024 senilai Rp1 triliun. Pengadaan tersebut selesai pada 2026 dan seluruh gerbong telah diserahterimakan untuk mendukung angkutan logistik di Sumatra.

  3. 3. INKA masih harus selesaikan 177 kereta penumpang dan 9 rangkaian KRL

    PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)
    PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)

    Bambang mengatakan INKA masih berfokus menyelesaikan pengadaan 177 unit kereta penumpang dari total 612 unit SSNG dan sembilan rangkaian dari total 16 rangkaian KRL.

    Perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas dan keandalan produk serta memperkuat layanan purna jual. Koordinasi dengan KAI Group dan pihak terkait terus dilakukan untuk menyelaraskan proses produksi, pengiriman, dan dukungan teknis dengan kebutuhan pelayanan.

    "Kami ingin kerja sama ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional," kata Bambang.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More