Comscore Tracker

Misbakhun Ingatkan Sri Mulyani agar Tak Koreksi Target Pajak di 2022

COVID-19 di 2022 masih menjadi ancaman perekonomian

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tidak mengoreksi target pajak 2022. Menurutnya, penerimaan pajak pada 2021 yang melebihi target APBN bukan dasar untuk mengoreksi sasaran perpajakan 2022.

“Walaupun pencapaian kita sudah di atas target 2022, saya tidak ingin target itu dikoreksi, karena situasi kita masih serba-tidak pasti, pemerintah masih belum bisa memastikan kapan Covid akan berakhir,” ujar Misbakhun dalam rapat kerja Komisi XI dengan Menkeu Sri Mulyani dan Dirjen Pajak Suryo Utomo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: DPR Yakin Target Penerimaan Pajak 2022 Bisa Tercapai

1. Pandemik COVID-19 di 2022 berpotensi buat perekonomian dalam ketidak pastian

Misbakhun Ingatkan Sri Mulyani agar Tak Koreksi Target Pajak di 2022Ilustrasi Pajak (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam raker itu, Menkeu Sri Mulyani menyatakan penerimaan negara dari sektor pajak sepanjang tahun lalu mencapai Rp1.277,5 triliun. Adapun target penerimaan pajak di APBN 2021 dipatok sebesar Rp1.229,6 triliun.

Namun, Misbakhun mengharapkan capaian itu tidak mendorong Kementerian Keuangan merevisi target pajak 2022 yang telah dipatok di angka Rp1.265 triliun. Sebab, pandemi COVID-19 masih berpotensi membuat perekonomian sepanjang 2022 berada dalam ketidak pastian.

“Faktor ketidakpastian ini yang harus kita antisipasi sejak awal,” katanya.

Baca Juga: Pajak-Pajak yang Dihapus Dendanya oleh Pemprov DKI hingga Akhir Tahun

2. Target pajak akan tercapai jika angkanya realistis

Misbakhun Ingatkan Sri Mulyani agar Tak Koreksi Target Pajak di 2022Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Misbakhun menegaskan target pajak di APBN 2022 tak perlu diutak-atik. Menurutnya, target pajak bisa tercapai asal angkanya realistis.

“Penerimaan pajak kita di APBN kita 2022 tidak perlu dilakukan upaya koreksi dan perbaikan walaupun realisasi pada 2021 melebihi angka itu,” kata Misbakhun.

Mantan pegawai Ditjen Pajak itu memperkuat argumennya dengan memaparkan kondisi dunia usaha yang sedang berupaya pulih dari pandemik.

“Recovery ini juga butuh upaya kebijakan afirmasi pemerintah yang tetap menjaga kondisi kondusif untuk dunia usaha,” tegasnya.

3. Misbakhun apresisasi Dirjen Pajak

Misbakhun Ingatkan Sri Mulyani agar Tak Koreksi Target Pajak di 2022Dirjen Pajak Kemenkeu, Suryo Utomo (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Secara khusus, Misbakhun mengapresiasi Dirjen Pajak, Suryo Utomo. Selama 12 tahun, Direktorat Jendeal Pajak tak pernah berhasil mencapai target penerimaan yang ditetapkan di APBN.

Namun, Ditjen Pajak di bawah kepemimpinan Suryo berhasil mencapai target penerimaan perpajakan dalam APBN 2021.

“Beliau ini breaking mental barriers. Dua belas tahun menunggu dan Pak Suryo memecahkannya,” ujar Misbakhun.

Baca Juga: KPK Tetapkan Pegawai Pajak Wawan Ridwan Tersangka Suap Pajak

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya