Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan bahwa negaranya akan mengevaluasi larangan ekspor barang-barang dwiguna oleh China. Pernyataan tersebut datang di tengah ancaman pembatasan yang lebih luas terhadap logam tanah jarang, yang dikeluarkan oleh Beijing terhadap Tokyo baru-baru ini.
Barang dwiguna adalah barang, perangkat lunak, atau teknologi yang memiliki kegunaan sipil dan militer. Ini termasuk unsur tanah jarang tertentu yang penting untuk pembuatan drone dan chip.
"Langkah terbaru yang diambil oleh China pada 6 Januari 2026 masih sangat tidak jelas. Kontrol ekspor China hanya menargetkan Jepang. Hal ini menyimpang secara signifikan dari praktik internasional dan sama sekali tidak dapat diterima," kata Kihara dalam konferensi pers harian pada Rabu (7/1/2026), dikutip dari Kyodo News.
Tokyo telah mengajukan protes kepada Beijing dan menuntut agar tindakan tersebut dicabut.
