Jakarta, IDN Times - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai kebijakan moneter saja belum cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.
Anggota Komisi XI DPR Harris Turino mengatakan tekanan ekonomi global telah memicu aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik (capital outflow), menekan nilai tukar rupiah, serta berdampak terhadap indeks harga saham.
"Kebijakan moneter semata tidak akan cukup untuk menjaga stabilitas rupiah dan pertumbuhan," ucapnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI, Senin (28/9/2026).
