Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kementerian ESDM Janji Masalah Antrean BBM di Bali Selesai Besok
Antrean kendaraan roda dua di Jalan Hayam Wuruk, Kota Denpasar, pukul 18.12 Wita, Selasa (10/13/2026). (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kementerian ESDM menyatakan kapal pengangkut BBM yang terlambat sudah tiba di Bali, dengan distribusi ke SPBU dilakukan 24 jam untuk mengurai antrean paling lambat besok.

  • ESDM memastikan stok BBM nasional aman untuk 18-20 hari. Gangguan terjadi pada distribusi, dipengaruhi keterlambatan kapal, kondisi laut, serta kendala angkutan darat.

  • Antrean masih terjadi di sejumlah SPBU Bali, termasuk Jalan WR Supratman Denpasar. Stok sempat habis, sementara waktu kedatangan truk tangki dari Terminal Manggis belum pasti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mengalami keterlambatan sudah tiba di Bali.

Kedatangan kapal ini disebut akan menyelesaikan masalah antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali yang mengular.

Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, distribusi BBM ke SPBU-SPBU di Pulau Dewata dilakukan tanpa henti.

“Kapalnya sudah tiba, sejak Senin kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya," kata Laode di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

1. Antrean BBM di Bali mengular karena kapal terlambat

Petugas SPBU melayani pengendara sepeda motor yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, Selasa (13/10). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Laode memastikan, stok BBM di dalam negeri tetap aman. Antrean di SPBU yang ada di Bali disebabkan adanya keterlambatan pada kapal yang mengangkut BBM.

"Iya, itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal," ujar dia.

Menurut Laode, stok BBM yang ada saat ini masih di tingkat aman, dengan level 18-20 hari.

"Ketahanan masih aman 18-20. Jadi masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim. Kalau di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan gabisa cepat sampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," tutur Laode.

2. Singgung kondisi laut

ilustrasi kapal tanker Pertamina International Shipping (dok. PIS)

Dia juga sempat menyinggung kondisi di laut yang menyebabkan kapal sulit bersandar di pelabuhan.

"Lalu, kalau ombak lagi tinggi itu kapal walaupun sudah di lokasi itu gak bisa sandar. Nah, ini memperlambat proses pendistribusian, tapi begitu sudah sandar kaya di Bali kemarin langsung dilaksanakan distribusi 24 jam, jadi dikejar," tutur Laode.

3 Antrean BBM masih mengular hari ini

Truk tangki BBM telah tiba di SPBU WR Supratman sekitar pukul 13.00 WITA pada Rabu, 14 Oktober 2026. (IDN Times/Yuko Utami)

Persoalan antrean BBM masih terjadi di Pulau Dewata hingga hari ini. Misalnya di SPBU Jalan WR Supratman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

Tim IDN Times telah antre BBM sejak pukul 09.43 WITA. Namun, sekitar pukul 11.00 WITA, petugas SPBU mengabarkan stok BBM telah habis.

Intan, warga Guwang, Gianyar yang ikut antre bensin sejak pagi di SPBU WR Supratman merasa enggan untuk beralih.

“Nanti kalau pindah ujung-ujungnya sama antre lagi,” ujar Intan.

Intan bercerita, sebelum kelangkaan BBM di Bali, dia terbiasa membeli bensin di Warung Madura. Namun, sejak kemarin ada 5 Warung Madura yang disambanginya, semua kompak mengaitkan stok BBM kosong.

Sementara itu, pantauan IDN Times, sejumlah pengendara roda dua dan empat masih berusaha antre BBM di SPBU WR Supratman. Rata-rata mengaku enggan pindah mencari SPBU lainnya, karena telah antre sejak tadi.

Petugas SPBU WR Supratman juga tidak dapat memastikan kapan truk tangki BBM akan tiba. Petugas itu hanya berkata truk tangki BBM akan datang dari Terminal BBM Manggis, Karangasem.

Curated For You

Editorial Team

Related Article