Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan dalam Mengelola Tabungan yang Harus Dihindari

5 Kesalahan dalam Mengelola Tabungan yang Harus Dihindari
Ilustrasi menabung (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya sih...
  • Tidak melakukan pencatatan keuangan
  • Tidak ada target dalam menabung
  • Terlalu mengandalkan uang sisa untuk ditabung
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menabung merupakan salah satu kunci sukses dalam pengelolaan keuangan yang baik. Namun sayangnya, tidak sedikit orang kerap melakukan kesalahan dalam menabung.

Bahkan, banyak orang merasa kesulitan dalam memaksimalkan tabungan. Terkadang muncul perasaan bahwa uang tabungan tidak pernah terkumpul atau bahkan jumlahnya terus berkurang sampai habis.

Jika kamu termasuk salah satunya, pelajarilah beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan ketika seseorang mengelola tabungan di bawah ini seperti dikutip dari laman resmi Maybank.

Table of Content

1. Tidak melakukan pencatatan

1. Tidak melakukan pencatatan

Ilustrasi belanja (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi belanja (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pencatatan keuangan sebaiknya jangan pernah dianggap remeh. Pencatatan keuangan sangat penting untuk melacak kemana saja uang yang anda miliki pergi.

Dengan begitu, anda lebih siap untuk mengalokasikan penghasilan dengan bijak di kemudian hari.

2. Tidak ada target

ilustrasi menulis (pexels.com/Ivan Samkov)
ilustrasi menulis (pexels.com/Ivan Samkov)

Menabung tanpa target sama dengan melakukan perjalanan tanpa arah dan tujuan. Sebagian orang mengandalkan uang tabungan untuk diambil seketika jika uang dari anggaran pengeluaran tidak dapat memenuhinya.

Jika kamu memiliki lebih dari satu tabungan namun tidak memiliki target yang jelas, maka tidak ada bedanya dengan hanya memiliki satu tabungan saja. Sebaiknya kamu menetapkan target yang jelas dan realistis pada setiap tabungan yang dimiliki.

3. Terlalu mengandalkan uang sisa

Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Jika kamu sering mengandalkan uang sisa dari penghasilan untuk ditabung, itu berarti anda tidak memiliki perencanaan yang baik dalam mengelola tabungan. Kasus seperti ini umumnya dialami oleh seseorang yang menerima penghasilan dalam bentuk tunai. Biasanya orang yang membawa banyak uang tunai akan lebih mudah tergoda untuk membelanjakannya.

Sebaiknya prioritaskan sejumlah nominal untuk ditabung di awal. Jika kamu terlalu mengandalkan uang sisa, maka akan sulit untuk menabung karena jumlahnya yang tidak tentu dan bisa jadi kamu tidak memiliki sisa penghasilan sama sekali untuk ditabung.

4. Asal menggunakan kartu kredit

Ilustrasi Kartu Kredit (IDN TImes/Umi Kalsum)
Ilustrasi Kartu Kredit (IDN TImes/Umi Kalsum)

Kartu kredit merupakan salah satu metode pembayaran yang umum digunakan oleh sebagian orang. Kartu kredit memudahkan kamu agar tidak repot membawa banyak uang tunai jika ingin membeli barang atau jasa yang bernilai besar.

Sayangnya, banyak orang yang menjadikan kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran utama. Tanpa pengelolaan yang bijak, tagihan kartu kredit kamu bisa membengkak dan pasti menguras tabungan yang kamu miliki. Lebih baik alokasikan kartu kredit untuk kebutuhan yang sangat penting dan mendesak.

5. Hanya memiliki satu rekening

ilustrasi rekening (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi rekening (IDN Times/Aditya Pratama)

Memiliki satu rekening berarti mencampurkan simpanan uang untuk memenuhi semua kebutuhan. Kamu akan kesulitan membedakan uang yang boleh dibelanjakan dengan yang tidak.

Hal tersebut memiliki resiko yaitu melakukan pengeluaran tanpa sadar sehingga akan nilai tabungan kamu selalu naik turun. Memiliki dua atau tiga rekening tabungan akan memudahkan kamu mengalokasikan tabungan untuk bermacam-macam kebutuhan

FAQ seputar Kesalahan dalam Mengelola Tabungan yang Harus Dihindari

Kenapa tabungan tidak bertambah meskipun sudah rajin menabung?

Ini bisa terjadi karena target tabungan terlalu muluk atau cara menabung kurang realistis, sehingga kamu kesulitan mempertahankannya secara konsisten.

Apakah tabungan harus dipisah dari rekening utama?

Ya. Menyimpan tabungan di rekening yang sama dengan pengeluaran harian membuat kamu mudah tergoda menggunakan uang tersebut, bahkan sebelum benar-benar tersimpan.

Seberapa penting punya tujuan tabungan?

Sangat penting. Tanpa tujuan yang jelas seperti dana darurat atau biaya liburan, tabungan cenderung mudah diambil untuk hal-hal konsumtif yang tidak mendesak.

Apa dampak dari menabung menggunakan nominal yang terlalu besar?

Memaksakan nominal tabungan yang terlalu besar tanpa mempertimbangkan kebutuhan harian bisa membuat kamu kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dan justru menarik kembali tabungan yang sudah disimpan.

Haruskah mengevaluasi strategi menabung secara berkala?

Iya, karena kondisi keuangan bisa berubah setiap bulan. Menyesuaikan strategi tabungan secara berkala membantu kamu tetap realistis dalam tujuan dan kemampuan menabung.

Share
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
Jumawan Syahrudin
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

Haleon Indonesia Operasikan PLTS Atap 416 kWp di Pabrik Pulogadung

27 Jan 2026, 00:09 WIBBusiness