Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pemerintah Siapkan 14 Kapal Penyeberangan

- Pemerintah mengoperasikan empat pelabuhan penyeberangan dengan dukungan 14 kapal untuk memperlancar arus kendaraan menuju Sumatra selama masa mudik Lebaran 2026.
- Kemenhub, Polri, dan Kemenkes menyiapkan pengamanan, posko kesehatan, serta fasilitas ramah anak di pelabuhan agar perjalanan pemudik lebih aman dan nyaman.
- Pemerintah memprediksi lebih dari 143 juta orang akan mudik tahun ini dengan puncak arus pada 18 Maret 2026 dan arus balik pada 29 Maret 2026.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengatakan, pada masa angkutan Lebaran tahun ini, pemerintah akan mengoperasikan empat pelabuhan penyeberangan. Keempat pelabuhan itu didukung oleh 14 kapal yang ditempatkan di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bojonegara sebagai pelabuhan alternatif selain Pelabuhan Merak.
"Dengan penambahan kapal ini diharapkan arus kendaraan menuju Sumatra menjadi lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Dudy dikutip dari keterangan pers, Minggu (15/3/2026).
Sementara, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengatakan, akan memastikan kesiapan pengamanan selama perjalanan, baik di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal. Dia menjelaskan, petugas telah disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Selain pengamanan, Polri bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan bagi pemudik, seperti pos istirahat hingga dapur lapangan.
"Termasuk sistem penjualan tiket online dan pengaturan seluruh dermaga yang kini tidak lagi dibedakan. Semua kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan," ujar Sigit.
1. Pemerintah siapkan posko kesehatan dan fasilitas ramah anak

Selain itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, kementeriannya bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyiapkan posko kesehatan yang lebih lengkap. Posko-posko tersebut ditempatkan di daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi agar penanganan medis dapat segera dilakukan jika terjadi sesuatu.
Menurut dia, kecelakaan lalu lintas masih menjadi isu darurat medis yang mendominasi setiap periode mudik. Oleh karena itu, seluruh pengemudi kendaraan umum akan menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi mereka tetap prima selama perjalanan.
"Kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan posko kesehatan yang lebih lengkap di daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera ditangani," ujar dia.
Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengapresiasi peningkatan fasilitas ramah anak di kawasan pelabuhan. Dia menilai fasilitas tersebut dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Keberadaan ruang bermain anak serta ruang tunggu yang lebih nyaman dinilai dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan menyenangkan bagi keluarga yang melakukan perjalanan mudik.
2. Menko PMK minta semua pihak bersinergi lancarkan arus mudik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan, kelancaran arus mudik dan arus balik membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kerja sama itu mencakup pemerintah, petugas di lapangan, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi.
"Kita mengharapkan semua pihak sinergis. Semua pihak bekerja responsif melayani secara ramah dan kami harapkan semua masyarakat untuk selalu mengikuti pemberitaan dan arahan dari petugas. Ini adalah kerja kita bersama supaya mudik dan arus balik berjalan aman, nyaman, lancar, dan selamat," ujar Pratikno.
Sebelumnya, dalam kunjungannya di kawasan pelabuhan, Pratikno menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pemudik yang akan menyeberang menuju Sumatra.
Dia menyapa dan berbincang dengan masyarakat yang tengah menunggu keberangkatan, sekaligus menyerahkan bingkisan Lebaran. Selain kepada pemudik, bingkisan Lebaran juga diberikan kepada para petugas lintas sektor yang akan bertugas selama masa arus mudik.
3. 143 juta orang diprediksi mudik, puncak arus 18 Maret

Pemerintah juga memprediksi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026 akan mencapai lebih dari 143 juta orang. Pratikno menyampaikan, angka tersebut berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan dan berpotensi lebih tinggi saat pelaksanaan di lapangan.
"Karena ada perkiraan mudik tahun ini berdasarkan survei Kemenhub lebih dari 143 juta. Biasanya survei Kemenhub di lapangan lebih tinggi," kata dia.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi memuncak pada 29 Maret 2026.
Pratikno menjelaskan, periode mudik tahun ini memiliki rentang waktu yang relatif panjang. Hal ini dipengaruhi oleh rangkaian akhir pekan, kebijakan flexible work arrangement (FWA) bagi aparatur sipil negara, cuti bersama, serta perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
"Oleh karena itu dengan rentang panjang ini kami mengharapkan ada distribusi mudik tidak tertumpuk di hari tertentu," kata Pratikno.
Dengan rentang waktu yang panjang ini, pemerintah berharap pergerakan pemudik dapat terdistribusi lebih merata dan tidak menumpuk hanya pada tanggal-tanggal puncak yang diprediksi.


















