Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik global. Presiden AS Donald Trump menyatakan Rusia dan Ukraina telah sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing. Kesepakatan tersebut disebut berkaitan dengan pasokan diesel AS ke Rusia.
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan masih menunggu rincian kesepakatan tersebut. Sementara itu, Rusia belum memberikan komentar.
Ketegangan juga terjadi di Timur Tengah. Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Otoritas Arab Saudi juga melaporkan adanya serangan baru pada Minggu.
"Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi dalam konflik ini- sebuah dampak lanjutan dari perang yang lebih luas dengan Iran yang dimulai oleh AS dan Israel pada bulan Februari," kata Ibrahim.
Selain itu, serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar karena berpotensi mengganggu pengiriman minyak dari Timur Tengah.
United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker diserang drone di dekat wilayah labuh jangkar Sohar, Oman. Kapal lainnya juga dilaporkan rusak akibat proyektil saat melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan lalu.