Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Social Determinants of Health Universitas Indonesia (SDH-UI), dan Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) menyelenggarakan media briefing bertajuk “Cukai Rokok di Ruang Fiskal yang Sempit: Penerimaan Negara Menurun dan Beban Kesehatan Meningkat” yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Selasa 29 September 2026 (Dokumentasi: CISDI)
Berdasarkan tiga riset yang dipaparkan, CISDI bersama Komnas Pengendalian Tembakau, SDH UI, dan Transdisciplinary Institute mendorong sejumlah langkah kepada Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara.
Dorongan tersebut meliputi pembatalan rencana penambahan layer CHT, peningkatan tarif CHT secara signifikan dan berkelanjutan, serta penyusunan sistem track and trace untuk memperkuat pemberantasan rokok ilegal.
Selain itu, pemerintah didorong melakukan evaluasi berkala terhadap penerimaan cukai, harga dan keterjangkauan rokok, konsumsi, prevalensi merokok, serta beban penyakit dan pembiayaan JKN.
Koalisi SOS berharap hasil riset tersebut dapat menjadi rekomendasi berbasis bukti bagi Kementerian Keuangan dalam menyusun kebijakan cukai yang dinilai lebih efektif dan efisien, sekaligus memperkuat kesehatan masyarakat dan keberlanjutan fiskal negara.
“Kami berharap kepemimpinan baru Kementerian Keuangan dapat mengembalikan fungsi utama CHT sebagai instrumen pengendalian konsumsi sekaligus memperkuat penerimaan negara. Pemberantasan rokok ilegal dan reformasi struktur CHT harus berjalan bersama,” kata Peneliti CISDI, Zulfiqar Firdaus.