Kongres Brasil Sahkan Amandemen Konstitusi, Hapus 6 Hari Kerja!

- Kongres Brasil menyetujui amandemen yang menghapus pola kerja enam hari dan menurunkan batas jam kerja mingguan dari 44 menjadi 40 jam, menjelang putaran kedua pilpres 2026.
- Amandemen didukung 75 senator dan akan berlaku bertahap: setelah masa tunggu 60 hari, batas menjadi 42 jam lalu turun menjadi 40 jam dalam 14 bulan.
- Reformasi yang berawal dari gerakan TikTok ini ditujukan bagi puluhan juta pekerja, terutama sektor berupah rendah, serta diiringi pemangkasan pajak bahan bakar, subsidi, dan pengampunan utang usaha kecil.
Jakarta, IDN Times - Kongres Brasil resmi menyetujui amandemen konstitusi yang menghapus jadwal kerja enam hari seminggu serta memangkas batas maksimal jam kerja dari 44 jam menjadi 40 jam per minggu. Keputusan ini diambil menjelang putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) pada Minggu (25/10/2026). Langkah politik ini dinilai menjadi kemenangan besar bagi Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.
Pemerintah Brasil menyebutkan bahwa reformasi yang dikenal dengan nama "6x1"—yakni pola enam hari kerja dan satu hari libur—dapat memberikan manfaat bagi lebih dari 37 juta pekerja. Sementara itu, estimasi lain mencatat ada lebih dari 30 juta pekerja yang terdampak langsung. Saat ini, sekitar 16 juta orang masih bekerja menggunakan pola tersebut, yang mayoritas didominasi oleh pekerja berupah rendah di sektor ritel, restoran, dan perhotelan.
1. Dukungan luas senat dan mekanisme penerapan reformasi

ilustrasi ruang konferensi (pexels.com/Jan van der Wolf) Amandemen ini berhasil disahkan di Senat pada Rabu (14/10/2026) dengan dukungan 75 senator setelah sebelumnya lolos di majelis rendah pada Mei. Dari seluruh anggota Senat, hanya satu orang yang menolak, yakni Senator Hamilton Mourão yang merupakan eks Wakil Presiden (Wapres) pendamping Jair Bolsonaro. Di sisi lain, Presiden Senat Davi Alcolumbre tetap membawa usulan ini ke pemungutan suara meskipun hubungannya dengan Silva beberapa kali tidak stabil dan ada anggapan Senat tidak akan membahasnya.
Flávio Bolsonaro, senator sayap kanan jauh sekaligus putra sulung eks Presiden Bolsonaro yang sedang dipenjara, membalikkan sikapnya pada Selasa (13/10/2026) dengan menyatakan mendukung amandemen karena didorong oleh mayoritas pekerja. Ia memberikan suaranya secara jarak jauh saat berkampanye di wilayah selatan, setelah selama berbulan-bulan menolak usulan tersebut karena menganggapnya bermotif pemilu serta dapat memicu pengangguran massal dan meningkatkan biaya pengusaha. Mengutip laporan surat kabar Folha, Bolsonaro sempat menyampaikan kepada para pemimpin bisnis bahwa ia akan meninjau kembali bagian amandemen baru ini jika terpilih nanti.
Amandemen tidak langsung berlaku penuh sebelum putaran kedua pilpres berlangsung. Setelah diundangkan oleh Alcolumbre, terdapat masa tunggu selama 60 hari sebelum jadwal enam hari kerja resmi dihapus dan batas jam kerja turun dari 44 menjadi 42 jam, yang kemudian bakal dipangkas lagi menjadi 40 jam dalam 14 bulan berikutnya.
2. Berawal dari gerakan TikTok hingga diiringi paket ekonomi

logo TikTok (pexels.com/Geri Tech) Inisiatif reformasi ini bermula dari gerakan di media sosial TikTok bertajuk Life Beyond Work yang didirikan oleh seorang asisten apoteker. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi tuntutan nasional untuk mendapatkan dua hari libur dalam seminggu, sebelum akhirnya dirangkul oleh Silva yang merupakan mantan tokoh serikat buruh untuk digarap bersama pemerintah sepanjang tahun.
Untuk menopang dukungan masyarakat, pemerintah mengiringi pengesahan amandemen ini dengan sejumlah kebijakan ekonomi strategis. Langkah-langkah tersebut mencakup pemangkasan pajak bahan bakar, perpanjangan subsidi, serta janji pengampunan utang dari pemerintah pusat bagi lebih dari 3,6 juta pelaku usaha kecil.
Sejumlah peneliti turut memberikan pandangan terkait dampak dari pola kerja satu hari libur ini. Profesor sekaligus peneliti Universitas Negeri Campinas (UNICAMP) Marilane Oliveira Teixeira menjelaskan bahwa pekerja 6x1 sulit memiliki kehidupan sosial minimal serta berisiko mengalami kelelahan dan penyakit, terutama perempuan yang menanggung beban domestik tanpa upah. Peneliti Laboratorium Partai, Pemilu, dan Politik Komparatif (LPPP) Victor Escobar menilai perubahan kebijakan ini dapat menguntungkan kampanye pemilihan kembali Silva karena pemilih merasa lebih lega terkait jadwal kerja saat memberikan suara.
3. Sikap politik dan kesaksian pekerja

ilustrasi pekerja pabrik (pexels.com/Tiger Lily) Dilansir DW, pada pemungutan suara putaran pertama di awal bulan ini, Bolsonaro memimpin dengan raihan 47 persen suara, meskipun angka tersebut belum mencapai syarat 50 persen untuk menang langsung. Usai pengesahan amandemen, Silva merayakan momen tersebut melalui media sosial dan menyatakan bahwa penghapusan jadwal 6x1 memberikan lebih banyak waktu bagi masyarakat untuk hidup, beristirahat, berkumpul bersama keluarga, melihat anak tumbuh, serta merawat diri sendiri.
Dampak dari skema satu hari libur dirasakan langsung oleh Lilian Cristo dos Santos, seorang wiraniaga toko peralatan rumah tangga berusia 50 tahun di Salvador, Bahia. Ia menceritakan betapa terbatasnya waktu yang dimiliki oleh para pekerja yang menjalani pola kerja tersebut.
"Tidak ada waktu untuk pergi ke dokter, ke pantai, ke salon, untuk merawat diri sendiri; saya ingin punya waktu untuk belajar dan saya tidak bisa. Pada satu-satunya hari libur saya, saya harus membersihkan rumah dan merawat keluarga saya," katanya, dikutip The Guardian.






















