Kejagung Brasil Kecam Rencana AS Intervensi Pilpres di Negaranya

- Kejaksaan Agung Brasil mengecam dugaan aliran dana pemerintahan AS untuk kampanye pilpres, menyebutnya ancaman bagi kedaulatan dan institusi pemilu nasional.
- Jaksa Agung Jorge Messias mengajukan gugatan terkait dugaan dana asing, setelah laporan menyebut dana HAM AS dialihkan ke agenda sayap kanan di Brasil.
- Donald Trump menyatakan memantau pilpres Brasil yang berlangsung 4 Oktober 2026 dan disebut condong mendukung Flavio Bolsonaro melawan petahana Luiz Inacio Lula da Silva.
Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Agung Brasil, pada Kamis (1/10/2026), menyebut bahwa intervensi Amerika Serikat (AS) tidak dapat ditoleransi. Pernyataan ini setelah adanya laporan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mengalirkan dana untuk kampanye pemilihan presiden (pilpres).
Pekan lalu, Badan Intelijen Brasil (ABIN) sudah memperingatkan kemungkinan intervensi As dalam pilpres. Indikasi intervensi AS terlihat dari tren dukungan Trump kepada calon presiden (capres) sayap kanan dan tarif kepada Brasil di bawah kepemimpinan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.
1. Jaksa agung Brasil dukung penuh kedaulatan negaranya

ilustrasi bendera Brasil (unsplash.com/samuelcm) Jaksa Agung Brasil, Jorge Messias mengatakan bahwa aliran dana dari AS ini menjadi pertanda bahaya bagi kedaulatan Brasil. Menurutnya, terdapat tekanan besar kepada institusi penyelenggara pemilihan umum (pemilu) di Brasil menjelang pilpres.
Seperti dilansir dari The Guardian, Messias sudah mengajukan gugatan atas dugaan masuknya aliran dana asing. Gugatan ini penting untuk mendukung penuh hak-hak setiap generasi warga Brasil agar dapat menentukan nasibnya sendiri dan melindungi institusi negara.
2. Trump alihkan dana HAM untuk agenda sayap kanan

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova) Keputusan Messias ini didorong oleh laporan The Guardian yang menyebut bahwa AS mengalihkan dana untuk hak asasi manusia (HAM) ke agenda sayap kanan di luar negeri. Dana tersebut akan digunakan mendanai hak warga kulit putih di Afrika Selatan dan kampanye sayap kanan di Brasil.
Sementara itu, dana itu kemungkinan akan digunakan untuk mendorong kampanye sayap kanan Brasil selama dalam melawan Mahkamah Agung (MA) Brasil. Sebab, MA yang sudah mengawasi proses peradilan eks Presiden Brasil, Jair Bolsonaro atas rencana kudeta militer pada Januari 2023.
3. Trump terus awasi pilpres penting di Brasil

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons) Di sisi lain, Trump mengaku terus mengawasi pilpres Brasil dari dekat. Menurutnya, pilpres Brasil putaran pertama yang akan diselenggarakan pada Minggu (4/10/2026) ini sangatlah penting bagi AS.
“Saya mengikuti mereka dari dekat. Brasil adalah negara yang sangat penting. Rakyat Brasil adalah orang yang menakjubkan. Mereka akan ikut dalam pilpres di negaranya yang sangat penting,” katanya, dikutip dari CNN.
Sementara itu, Trump sudah menunjukkan dukungannya kepada calon sayap kanan di Amerika Latin, seperti di Kolombia dan Honduras. Kini, ia pun condong mendukung anak Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro yang akan menghadapi calon petahana, Luiz Inacio Lula da Silva.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















