Jakarta, IDN Times - Kongres Brasil resmi menyetujui amandemen konstitusi yang menghapus jadwal kerja enam hari seminggu serta memangkas batas maksimal jam kerja dari 44 jam menjadi 40 jam per minggu. Keputusan ini diambil menjelang putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) pada Minggu (25/10/2026). Langkah politik ini dinilai menjadi kemenangan besar bagi Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.
Pemerintah Brasil menyebutkan bahwa reformasi yang dikenal dengan nama "6x1"—yakni pola enam hari kerja dan satu hari libur—dapat memberikan manfaat bagi lebih dari 37 juta pekerja. Sementara itu, estimasi lain mencatat ada lebih dari 30 juta pekerja yang terdampak langsung. Saat ini, sekitar 16 juta orang masih bekerja menggunakan pola tersebut, yang mayoritas didominasi oleh pekerja berupah rendah di sektor ritel, restoran, dan perhotelan.
