Kredit Melesat, BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun pada Kuartal I-2026

- BCA mencatat laba Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 4,25 persen yoy berkat peningkatan total kredit hingga Rp994 triliun dan momentum Ramadan serta BCA Expoversary 2026.
- Kredit produktif naik 7,8 persen yoy menjadi Rp760,2 triliun dengan pertumbuhan signifikan pada kredit UMKM dan pembiayaan hijau yang mendukung sektor berkelanjutan dan energi terbarukan.
- Dana Pihak Ketiga mencapai Rp1.292,4 triliun dengan porsi CASA 85,2 persen, menunjukkan pendanaan solid yang menopang ekspansi kredit di tengah penerapan manajemen risiko disiplin.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan kinerja solid sepanjang kuartal I-2025. BCA dan entitas anak tercatat memperoleh laba sebesar Rp14,7 triliun sepanjang kuartal-I 2026. Capaian tersebut tumbuh 4,25 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Laba tersebut diperoleh lewat pertumbuhan total kredit yang mencapai Rp994 triliun per Maret 2026 atau naik 5,6 persen yoy seiring komitmen BCA mendukung perekonomian nasional.
"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat. Sejalan dengan itu, kami memperpanjang pelaksanaan BCA Expoversary hingga 30 April 2026. Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” kata Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam konferensi pers virtual, Kamis (23/4/2026).
1. Rincian kredit BCA yang mengalami kenaikan

Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8 persen yoy.
Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen yoy menjadi Rp258,4 triliun, atau setara 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan BCA.
Capaian itu didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12 persen yoy dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional.
Sementara itu, kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 YoY mencapai Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen yoy.
2. Rasio NPL BCA

Sejalan dengan capaian itu, BCA juga tetap berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin.
Rasio loan at risk (LAR) dan nonperforming loan (NPL) terjaga, masing-masing pada level 5,1 persen dan 1,8 persen.
Adapun rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen.
3. Pendanaan BCA selama kuartal I-2026

Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3 persen yoy.
Sementara itu dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen yoy. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari DPK BCA.
Pendanaan solid ini yang kemudian mendukung pertumbuhan penyaluran kredit selama kuartal I-2026
"Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital," kata Hendra.

















