Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuba Sebut AS Bohong Soal Penghentian Blokade Minyak, Kenapa?
potret Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez (flickr.com/Presidencia El Salvador via commons.wikimedia.org/Presidencia El Salvador)
  • Pemerintah Kuba menuduh Amerika Serikat berbohong soal penghentian blokade minyak, karena hingga kini negara itu masih mengalami krisis energi akibat minimnya pasokan minyak.
  • AS menyebut krisis minyak Kuba terjadi karena Venezuela berhenti memberi pasokan gratis, sementara Kuba menilai keputusan Venezuela dipengaruhi tekanan dan kesepakatan ekonomi dengan AS.
  • Kuba sangat bergantung pada impor minyak dari luar negeri, namun embargo ekonomi AS sejak lama membuat suplai energi mereka terhambat dan memperburuk kondisi perekonomian nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kuba menyebut Amerika Serikat telah berbohong soal penghentian blokade minyak yang dilakukan terhadap mereka. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, pada Selasa (5/5/2026).

Klaim itu disampaikan Rodriguez usai Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut bahwa AS kini sudah tidak memblokade pasokan minyak untuk Kuba. Namun, menurut Rodriguez, AS pada kenyataannya masih melakukan hal tersebut. Sebab, Kuba hingga kini masih mengalami krisis energi imbas kekurangan pasokan minyak.    

“Dia (Marco Rubio) telah memilih untuk berbohong. Apa yang ia katakan berbeda dengan pernyataan Presiden (Donald Trump) dan Gedung Putih,” tulis Rodriguez dalam sebuah unggahan di laman X pribadinya, seperti dilansir The Strait Times

1. Rubio menyebut Kuba kekurangan minyak karena Venezuela

potret Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio (flickr.com/Max Goldberg via commons.wikimedia.org/Max Goldberg)

Namun, menurut Rubio, krisis minyak yang saat ini terjadi di Kuba bukan disebabkan oleh AS. Krisis ini disebabkan karena Venezuela sudah tidak mau memasok minyak secara gratis kepada Kuba. Padahal, sebelumnya, Venezuela melakukan hal tersebut untuk membantu Kuba keluar dari krisis minyak.

“Sebenarnya, tidak ada blokade minyak terhadap Kuba. Begini yang terjadi dengan Kuba, oke? Kuba dulu mendapat minyak gratis dari Venezuela. Dulu (Venezuela) memberi mereka banyak minyak gratis,” kata Rubio. 

“Mereka akan mengambil sekitar 60 persen dari minyak itu dan menjualnya kembali untuk mendapatkan uang tunai. Itu bahkan tidak akan menguntungkan rakyat. Jadi, satu-satunya blokade yang terjadi adalah Venezuela telah memutuskan bahwa kami tidak akan memberi Anda minyak gratis lagi,” tambanya.

2. Venezuela dipengaruhi AS untuk tidak menjual minyak ke Kuba

potret bendera Venezuela (pexels.com/aboodi vesakaran)

Namun, keputusan Venezuela untuk tidak memasok minyaknya secara gratis ke Kuba sebetulnya disebabkan oleh pengaruh AS. Sebab, AS dikabarkan memang tidak ingin Venezuela untuk memasok minyak ke negara tersebut. 

Jadi, beberapa waktu lalu, Venezuela sepakat bahwa semua penjualan minyak milik mereka akan diambil alih oleh AS. Semua pendapatan dari hasil penjualan minyak tersebut juga akan masuk ke AS.

Kesepakatan ini merupakan upaya Negeri Paman Sam untuk menguasai seluruh sumber daya minyak milik Venezuela. Dengan begitu, Kuba tidak akan bisa lagi mendapatkan minyak secara cuma-cuma dari Venezuela. Jika memang ingin minyak, maka Kuba harus siap merogoh kocek lebih dalam.

3. Kuba memang bergantung pada impor minyak dari luar negeri

ilustrasi tambang minyak (pexels.com/Jan Zakelj)

Kuba sendiri memang bergantung pada impor minyak luar negeri untuk memenuhi dua per tiga kebutuhan energi nasional. Biasanya, mereka mengimpor minyak dari Venezuela dan Meksiko. Ini dilakukan karena produksi minyak mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional. Namun, suplai minyak Kuba saat ini mengalami hambatan karena embargo dari AS.  

Embargo ekonomi AS terhadap Kuba sudah terjadi sejak 1960-an. Saat ini, Negeri Paman Sam di bawah tampuk kepemimpinan Presiden Donald Trump makin gencar melakukan embargo terhadap Kuba, terutama untuk produk energi seperti minyak. Langkah ini dilakukan agar AS bisa menjatuhkan roda perekonomian Kuba.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team