Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Brasil, Spanyol, dan Meksiko Desak Hormati Kedaulatan Kuba

Brasil, Spanyol, dan Meksiko Desak Hormati Kedaulatan Kuba
Bendera Brasil. (unsplash.com/samuelcm)
Intinya Sih
  • Brasil, Spanyol, dan Meksiko mendesak penghormatan terhadap kedaulatan Kuba serta meminta semua pihak menghindari tindakan yang memperburuk krisis kemanusiaan di negara tersebut.
  • Ketiga negara menegaskan komitmen pada HAM, demokrasi, dan multilateralisme sambil mendorong negosiasi damai sesuai hukum internasional untuk memastikan rakyat Kuba menentukan masa depannya sendiri.
  • Kuba menyambut dukungan tiga negara itu dan menilai pentingnya menghormati Piagam PBB serta hukum internasional, sementara mereka berencana meningkatkan bantuan kemanusiaan guna meringankan dampak krisis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Brasil, Spanyol, dan Meksiko mengungkapkan kekhawatiran soal krisis kemanusiaan di Kuba. Ketiganya mendesak penghormatan kepada integritas teritorial negara Karibia tersebut. 

“Mengenai situasi di Kuba, kami bertiga memperingatkan situasi rakyat Kuba yang semakin mengkhawatirkan. Kami mendesak agar semua pihak menghindari tindakan yang memperburuk kondisi warga di Kuba dan pelanggaran hukum internasional,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Senin (20/4/2026).

Beberapa bulan terakhir, Kuba sudah dilanda krisis energi akut yang menyebabkan pemadaman bergilir. Memburuknya krisis energi disebabkan oleh blokade dari Amerika Serikat (AS). 

1. Dorong komitmen penegakan demokrasi dan multilateralisme

Pemerintah Brasil, Spanyol, dan Meksiko mendorong komitmen untuk menegakkan hak asasi manusia (HAM). Selain itu, mereka mendorong penegakkan nilai-nilai demokrasi dan multilateralisme. 

“Kami menyerukan negosiasi yang saling menghormati sesuai dengan hukum internasional dan prinsip Piagam PBB dengan tujuan menemukan solusi jangka panjang di tengah situasi saat ini dan menjamin rakyat Kuba yang menentukan masa depan negaranya sendiri,” terangnya. 

Sementara itu, Presiden Brasil, Lula da Silva mendorong penghentian blokade Kuba. Sedangkan, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menolak intervensi militer di Kuba dan mendorong negosiasi damai. 

2. Kuba akui dukungan dari Brasil, Spanyol, dan Meksiko

Sesaat setelahnya, Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez mengakui pernyataan gabungan Brasil, Spanyol, dan Meksiko. Kuba menghormati pernyataan ketiga negara yang mendukung penegakan hukum internasional. 

“Ini penting untuk menghormati Piagam PBB dan hukum internasional, terutama prinsip penentuan nasib sendiri dan menghormati kemerdekaan dan kedaulatan rakyat dan menolak penggunaan ancaman dan pemaksaan,” katanya. 

Ketiga negara juga sudah mengungkapkan rencana untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Kuba. Langkah ini untuk mengurangi dampak buruk kepada rakyat Kuba. 

3. Pertemuan di Madrid bukan wujud anti-Trump

Pertemuan antara Lula, Sheinbaum, dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez dan Presiden Kolombia, Gustavo Petro di Madrid tersebut hanya mengenai diskusi kondisi dunia saat ini. Menurutnya, pertemuan bukan ditujukan untuk menolak seorang inidividu. 

Petro menyebut bahwa pertemuan ini bertujuan memberikan tawaran alternatif dunia dan tidak menentang Presiden AS, Donald Trump secara langsung. Pertemuan ini dilakukan sebagai peringatan kebingungan global dan rusaknya tatanan dunia serta berusaha mengembalikan ke arah kehidupan bersama. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More