Brasil, Spanyol, dan Meksiko Desak Hormati Kedaulatan Kuba

- Brasil, Spanyol, dan Meksiko mendesak penghormatan terhadap kedaulatan Kuba serta meminta semua pihak menghindari tindakan yang memperburuk krisis kemanusiaan di negara tersebut.
- Ketiga negara menegaskan komitmen pada HAM, demokrasi, dan multilateralisme sambil mendorong negosiasi damai sesuai hukum internasional untuk memastikan rakyat Kuba menentukan masa depannya sendiri.
- Kuba menyambut dukungan tiga negara itu dan menilai pentingnya menghormati Piagam PBB serta hukum internasional, sementara mereka berencana meningkatkan bantuan kemanusiaan guna meringankan dampak krisis.
Jakarta, IDN Times - Brasil, Spanyol, dan Meksiko mengungkapkan kekhawatiran soal krisis kemanusiaan di Kuba. Ketiganya mendesak penghormatan kepada integritas teritorial negara Karibia tersebut.
“Mengenai situasi di Kuba, kami bertiga memperingatkan situasi rakyat Kuba yang semakin mengkhawatirkan. Kami mendesak agar semua pihak menghindari tindakan yang memperburuk kondisi warga di Kuba dan pelanggaran hukum internasional,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Senin (20/4/2026).
Beberapa bulan terakhir, Kuba sudah dilanda krisis energi akut yang menyebabkan pemadaman bergilir. Memburuknya krisis energi disebabkan oleh blokade dari Amerika Serikat (AS).
1. Dorong komitmen penegakan demokrasi dan multilateralisme
Pemerintah Brasil, Spanyol, dan Meksiko mendorong komitmen untuk menegakkan hak asasi manusia (HAM). Selain itu, mereka mendorong penegakkan nilai-nilai demokrasi dan multilateralisme.
“Kami menyerukan negosiasi yang saling menghormati sesuai dengan hukum internasional dan prinsip Piagam PBB dengan tujuan menemukan solusi jangka panjang di tengah situasi saat ini dan menjamin rakyat Kuba yang menentukan masa depan negaranya sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Presiden Brasil, Lula da Silva mendorong penghentian blokade Kuba. Sedangkan, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menolak intervensi militer di Kuba dan mendorong negosiasi damai.
2. Kuba akui dukungan dari Brasil, Spanyol, dan Meksiko
Sesaat setelahnya, Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez mengakui pernyataan gabungan Brasil, Spanyol, dan Meksiko. Kuba menghormati pernyataan ketiga negara yang mendukung penegakan hukum internasional.
“Ini penting untuk menghormati Piagam PBB dan hukum internasional, terutama prinsip penentuan nasib sendiri dan menghormati kemerdekaan dan kedaulatan rakyat dan menolak penggunaan ancaman dan pemaksaan,” katanya.
Ketiga negara juga sudah mengungkapkan rencana untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Kuba. Langkah ini untuk mengurangi dampak buruk kepada rakyat Kuba.
3. Pertemuan di Madrid bukan wujud anti-Trump
Pertemuan antara Lula, Sheinbaum, dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez dan Presiden Kolombia, Gustavo Petro di Madrid tersebut hanya mengenai diskusi kondisi dunia saat ini. Menurutnya, pertemuan bukan ditujukan untuk menolak seorang inidividu.
Petro menyebut bahwa pertemuan ini bertujuan memberikan tawaran alternatif dunia dan tidak menentang Presiden AS, Donald Trump secara langsung. Pertemuan ini dilakukan sebagai peringatan kebingungan global dan rusaknya tatanan dunia serta berusaha mengembalikan ke arah kehidupan bersama.


















