Jakarta, IDN Times - Indonesia akan mendorong penguatan posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global melalui The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Salah satu target utama konferensi yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 tersebut adalah menghasilkan dokumen Jakarta Vision on Creative Economy.
Dokumen itu diharapkan menjadi landasan bagi Indonesia untuk mengusulkan resolusi baru mengenai ekonomi kreatif di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah ingin memastikan ekonomi kreatif mendapat tempat lebih kuat dalam pembahasan pembangunan global, terutama menjelang berakhirnya periode Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan WCCE 2026 akan diarahkan untuk menghasilkan visi bersama mengenai penguatan ekonomi kreatif dunia. Visi tersebut akan mencakup sejumlah isu strategis yang relevan dengan perkembangan teknologi, keberlanjutan, perlindungan kekayaan intelektual, serta pemberdayaan komunitas kreatif.
“Jakarta Vision on Creative Economy diharapkan menjadi landasan untuk mengusulkan resolusi tentang ekonomi kreatif di PBB,” kata Riefky dalam konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Kamapradipta Isnomo, menambahkan pemerintah tengah menyiapkan pengajuan rancangan resolusi baru pada 2026. Substansinya akan mempertimbangkan hasil pembahasan WCCE agar relevan dengan kondisi ekonomi global saat ini.
