Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lolos Endeavor, Jago Coffee Kembangkan Bisnis Lewat Gerobak Listrik

4 min read
Lolos Endeavor, Jago Coffee Kembangkan Bisnis Lewat Gerobak Listrik
Lolos Endeavor, Jago Coffee Kembangkan Bisnis Lewat Gerobak Listrik (Dok. Istimewa)
  • Jago Coffee mengembangkan kafe bergerak berbasis gerobak listrik sejak 2019, melayani permukiman, perkantoran, dan titik transit dengan harga minuman Rp8 ribu-Rp12 ribu serta pengantaran gratis.

  • Perusahaan membangun platform untuk mengatur rute, pengiriman, dan data permintaan, sekaligus menjalankan Jagoan Academy agar mitra dapat onboarding dan beroperasi dalam kurang dari 24 jam.

  • Tiga pendiri Jago Coffee terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur setelah seleksi global di Montreal, membuka akses ke mentor, entrepreneur, investor internasional, serta peluang pendanaan Endeavor Catalyst.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Model bisnis kopi di Indonesia mulai berkembang melampaui konsep kedai dengan lokasi tetap. Salah satunya Jago Coffee yang mengembangkan jaringan kafe bergerak melalui gerobak listrik untuk mendekatkan produk kepada konsumen.

Model tersebut menjadi bagian dari strategi Jago Coffee dalam membangun bisnis ritel kopi yang menggabungkan mobilitas, teknologi, dan harga terjangkau. Perkembangan bisnis ini turut mengantarkan tiga pendirinya, Yoshua Tanu, Daniel Sidik, dan Christopher Oentojo, terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia setelah lolos International Selection Panel (ISP) Endeavor di Montreal, Kanada, pada 17 September 2026.

Berikut sejumlah hal yang menjadi bagian dari perjalanan dan model bisnis Jago Coffee.

  1. 1. Mengembangkan model kedai kopi bergerak

    WhatsApp Image 2026-09-29 at 1.42.32 PM.jpeg
    Lolos Endeavor, Jago Coffee Kembangkan Bisnis Lewat Gerobak Listrik (Dok. Istimewa)

    Jago Coffee memulai pengembangan prototipe gerobak listrik sejak 2019 dan mulai beroperasi pada 2020. Saat itu, bisnis tersebut hanya memiliki tiga barista dan dua prototipe gerobak listrik.

    Kini, Jago Coffee telah menghimpun pendanaan lebih dari 20 juta dolar AS dan mencapai valuasi sekitar 63,5 juta dolar AS setelah memperoleh pendanaan Seri B sebesar 12,5 juta dolar AS pada Februari 2026.

    Berbeda dari jaringan kedai konvensional yang mengandalkan lokasi tetap, Jago Coffee menempatkan gerobak lebih dekat dengan konsumen. Armada tersebut beroperasi di permukiman, kawasan perkantoran, hingga titik transit.

    Model ini juga ditopang harga minuman mulai Rp8 ribu hingga Rp12 ribu serta layanan pengantaran tanpa biaya antar melalui aplikasi.

    “Kami percaya masa depan kopi bukan hanya tentang membangun lebih banyak kedai, tetapi tentang bagaimana kopi bisa hadir lebih dekat dengan konsumen," Co-Founder & CEO Jago Coffee, Yoshua Tanu.

    "Gerobak listrik memungkinkan kami memindahkan titik penjualan mengikuti kebutuhan konsumen, sementara teknologi membantu kami mengelolanya secara efisien. Terpilihnya Jago dalam seleksi Endeavor memperkuat keyakinan kami bahwa model ini punya ruang untuk tumbuh jauh lebih besar.”

  2. 2. Teknologi dan kemitraan menopang ekspansi

    IMG-20260930-WA0002.jpg
    Lolos Endeavor, Jago Coffee Kembangkan Bisnis Lewat Gerobak Listrik (Dok. Istimewa)

    Selain mengandalkan mobilitas, Jago Coffee membangun sistem untuk mengelola operasional armada gerobak listrik. Christopher Oentojo, yang memiliki latar belakang dari Dropbox hingga GoTo, memimpin pengembangan platform teknologi Jago Coffee yang mengatur pengiriman, rute, dan data permintaan armada.

    Ekosistem bisnis tersebut juga mencakup Jagoan Academy. Program ini membekali para mitra melalui kelas daring dan ujian praktik. Proses onboarding bahkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.

    “Yang kami bangun bukan hanya armada kafe bergerak, tetapi budaya wirausaha mikro generasi baru, para Jagoan. Lewat Jagoan Academy, seseorang bisa bergabung dalam kurang dari 24 jam dan langsung beroperasi dengan merek, standar kualitas, dan teknologi yang sama," ujar Yoshua.

    Seiring waktu, menurutnya, keterampilan dan keahlian mereka terus naik kelas." Kalau Jago Coffee berhasil, yang tumbuh bukan hanya perusahaan ini, tapi ribuan Jagoan yang menjalankan usaha dengan kebanggaan dan martabat yang layak,” tambahnya.

    Dari sisi kepemimpinan, ketiga founder juga membawa pengalaman berbeda. Yoshua merupakan tiga kali juara Indonesia Barista Championship dan co-founder Common Grounds Coffee Roastery. Daniel Sidik bergabung pada 2022 setelah sebelumnya membangun Reddog hingga 50 gerai waralaba dalam dua tahun.

  3. 3. Masuk jaringan global untuk membuka peluang pertumbuhan

    WhatsApp Image 2026-09-29 at 1.42.32 PM.jpeg
    Lolos Endeavor, Jago Coffee Kembangkan Bisnis Lewat Gerobak Listrik (Dok. Istimewa)

    Terpilihnya ketiga founder Jago Coffee sebagai Endeavor Entrepreneur menjadi bagian lain dari perjalanan ekspansi perusahaan. International Selection Panel merupakan tahap akhir proses seleksi Endeavor yang berlangsung selama berbulan-bulan.

    Para kandidat dinilai berdasarkan kualitas pendiri, potensi bisnis, dan momentum pertumbuhan perusahaan, termasuk peluang bisnis untuk berkembang secara eksponensial. Sepanjang 2025, lebih dari 10 ribu kandidat disaring secara global, sementara 117 kandidat mencapai tahap ISP dan 88 di antaranya akhirnya terpilih.

    Melalui jaringan Endeavor, para founder Jago Coffee mendapatkan akses kepada mentor, entrepreneur, dan investor di berbagai negara. Mereka juga berkesempatan mengakses Endeavor Catalyst, dana co-investment Endeavor yang berinvestasi bersama investor utama dalam putaran pendanaan perusahaan.

    Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono, mengatakan panel Endeavor sangat kritis dalam memilih calon Endeavor Entrepreneur.

    "Yang meyakinkan panelis bukan semata angka pertumbuhan Jago Coffee, melainkan kombinasi tiga hal, tim founder yang tajam, visioner, dan sangat memahami bisnisnya; model bisnis yang kuat dengan strategi dan eksekusi yang solid; serta momentum dan peluang pasar yang membuka ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar ke depannya. Inilah profil Endeavor Entrepreneur yang kami cari—founder yang punya kapasitas untuk membangun perusahaan berskala besar, sekaligus semangat untuk berbagi pengalaman dan mendukung founder lain di ekosistem startup agar ikut bertumbuh.”

    Dengan bertambahnya tiga nama tersebut, Indonesia memiliki 119 Endeavor Entrepreneur dari 77 perusahaan di delapan sektor. Kelompok tersebut pada 2024 menciptakan lebih dari 21 ribu lapangan kerja dan mengantar 24 perusahaan berekspansi ke pasar regional dan global.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More