Pejabat DGBAS menjelaskan, revisi tajam proyeksi PDB terutama didorong oleh meledaknya permintaan global terhadap produk terkait AI, mulai dari chip, server, hingga komponen untuk pusat data. Kepala Departemen Statistik DGBAS, Tsai Yu-tai menyebut, permintaan AI telah menjadi pendorong utama ekspor dan investasi, dengan mengatakan lonjakan kebutuhan infrastruktur komputasi global telah mengangkat ekspor dan penanaman modal Taiwan ke level yang belum terlihat sebelumnya.
DGBAS merinci, nilai ekspor barang Taiwan tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 624,9 miliar dolar AS (Rp10,4 kuadriliun), naik puluhan miliar dolar dari proyeksi sebelumnya, sementara proyeksi 2026 dinaikkan menjadi sekitar 664,4 miliar dolar AS (Rp11 kuadriliun).
Data awal PDB kuartal III-2025 yang dirilis lebih dulu menunjukkan pertumbuhan yang kuat di sektor teknologi berbasis AI sudah mengimbangi tekanan dari sektor tradisional, sehingga pemerintah kala itu menyatakan siap menaikkan target pertumbuhan tahunan.
“Permintaan kuat untuk AI telah secara signifikan meningkatkan investasi modal di sektor cloud dan mendorong ekspor AI, sehingga mengurangi dampak penurunan ekspor dari sektor tradisional,” kata seorang analis investasi, Kevin Wang, dilansir Bloomberg.