Jakarta, IDN Times – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan lonjakan konsumsi pemerintah pada kuartal I 2026 sebesar 21,81 persen secara tahunan (year on year/yoy) jauh melampaui pertumbuhan komponen pengeluaran PDB lainnya. Meski demikian, peningkatan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan terciptanya pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Dalam kajian terbarunya, LPEM UI menilai akselerasi belanja pemerintah pada awal tahun lebih mencerminkan pergeseran pola pengeluaran antarkuartal ketimbang penguatan fundamental ekonomi domestik.
"Ini adalah poin metodologis yang sering terlewatkan dalam analisis pertumbuhan Indonesia. Konsumsi Pemerintah tumbuh 21,81 persen yoy pada Q1-2026, berkontribusi 1,26 poin terhadap pertumbuhan total. Namun, jika total APBN 2026 tetap tidak berubah dari target yang disetujui, percepatan pengeluaran pada Q1 harus diimbangi dengan pengurangan pengeluaran pada kuartal II -kuartal IV," tulis Mohamad Ikhsan dan Teuku Riefky dalam laporan LPEM UI yang dikutip, Rabu (13/5/2026).
