Jakarta, IDN Times - Maskapai nasional Jerman, Deutsche Lufthansa AG, mengumumkan pembatalan 20 ribu jadwal penerbangan. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi harga pasar minyak internasional, sehingga perusahaan harus mengevaluasi kembali rute penerbangan pendek mereka pada musim panas mendatang.
Langkah efisiensi ini bertujuan menekan pengeluaran operasional perusahaan akibat kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur). Meski ada pengurangan jadwal, pihak manajemen memastikan penerbangan jarak jauh akan tetap beroperasi normal untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang internasional dan arus perdagangan.
