Martha Tilaar Bakal Dimakamkan di San Diego Hills

Martha Tilaar meninggal dunia pada 14 Oktober 2026 di Jakarta dan akan dimakamkan di San Diego Hills pada 16 Oktober 2026.
Martha memulai usaha dari salon di Menteng pada 1970 sebelum berkembang menjadi Martha Tilaar Group.
Sepanjang kariernya, Martha menerima penghargaan dan berkontribusi pada industri kecantikan, budaya, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan.
Jakarta, IDN Times - Founder Martha Tilaar Group, Dr. (HC) Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta. Kabar duka tersebut disampaikan keluarga besar Martha Tilaar Group berdasarkan keterangan resmi pihak rumah sakit.
Kepergian Martha menjadi kehilangan bagi keluarga dan industri kecantikan Indonesia yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
"Jenazah disemayamkan di kediaman keluarga di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, dan akan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat," demikian pernyataan resmi Martha Tilaar Group.
1. Martha Tilaar Group mengenang warisan sang pendiri

Kabar duka meninggalnya Martha Tilaar diunggah akun Instagram @sariayu-mt, Rabu (14/10/2026). Keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih atas karya serta nilai-nilai yang ditinggalkan Martha.
Perusahaan juga menyatakan akan melanjutkan upaya untuk mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta industri kecantikan.
Keluarga berharap warisan dan semangat Martha tetap menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap mendapat kekuatan dalam menghadapi masa duka.
2. Martha Tilaar memulai usaha dari salon di Menteng

Martha Tilaar Group di In-Cosmetic Asia 2025 (dok. Martha Tilaar Group) Martha Tilaar lahir di Kebumen pada 4 September 1937. Dia menempuh pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta, kemudian memperdalam ilmu kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat, pada 1968.
Pada 1984, Martha menerima gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Fashion and Artistry dari World University, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Perjalanan Martha di industri kecantikan dimulai pada 1970. Saat itu, dia membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta.
Martha menggabungkan ilmu kecantikan modern dengan pengetahuan tradisional keluarga tentang jamu dan resep kecantikan Keraton Jawa. Pendekatan tersebut memadukan ilmu pengetahuan, kekayaan alam, dan kearifan lokal Indonesia.
Usaha yang berawal dari salon itu kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group. Perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur dan pemasaran kosmetik serta jamu, pendidikan kecantikan, spa, dan distribusi.
Melalui berbagai merek yang dikembangkan, Martha turut membangun industri kecantikan lokal dengan mengangkat potensi alam dan budaya Indonesia.
3. Martha Tilaar menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri

Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar) Sepanjang perjalanan kariernya, Martha menerima sejumlah penghargaan. Pada 2008, ia memperoleh Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards.
Pada 2012, Martha menerima Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT dan Ganesa Widya Jasa Utama dari Institut Teknologi Bandung. Empat tahun kemudian, pemerintah Indonesia menganugerahinya Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016.
Martha juga menerima penghargaan dari United Nations Global Compact. Pada 2010, dia memperoleh The Outstanding Contribution 2000–2010 atas komitmennya dalam mendukung dan menerapkan prinsip-prinsip Global Compact.
Pada 2018, dia menerima SDG Pioneer 2018 dari lembaga yang sama atas kiprahnya dalam mendorong keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat.
Di luar dunia usaha, Martha dikenal memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya, pengembangan pengetahuan herbal Indonesia, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Melalui karya tulis dan berbagai kegiatannya, dia berupaya mewariskan pengetahuan serta mendorong perempuan Indonesia untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
Dalam kehidupan keluarga, Martha merupakan istri dari almarhum Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, tokoh pendidikan Indonesia. Ia memiliki empat anak, yakni Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Dr. Kilala Tilaar.
Martha juga memiliki sembilan cucu, yaitu Zefanya Armania, Kaisarea Mareliz Sudjarwo, Alrismany Abigail Sudjarwo, Natanael Alexis Tilaarputra Warisman, Anjani Anatolia Widarto, Atira Aurelia Widarto, Sophia Eleanor Tilaar, Olivia Teresa Tilaar, dan Henry David Alexander Tilaar.
Bagi keluarga, Martha bukan hanya seorang ibu dan nenek, tetapi juga sosok yang mewariskan ketekunan, keberanian, dan nilai-nilai kehidupan.





















