Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Martha Tilaar dan Jejak Bisnis Industri Kecantikan Indonesia

4 min read
Profil Martha Tilaar dan Jejak Bisnis Industri Kecantikan Indonesia
Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)
  • Martha Tilaar meninggal pada 14 Oktober 2026 di usia 89 tahun, setelah merintis bisnis kecantikan sejak membuka salon di garasi rumah Menteng pada 1970.

  • Usahanya berkembang dari salon menjadi PT Martina Berto pada 1977, meluncurkan Sariayu, membangun pabrik, memperluas merek, serta melantai di bursa pada 2011.

  • Martha Tilaar Group mencakup produksi, distribusi, maklon, pendidikan, salon, spa, periklanan, dan tenaga kerja, dengan identitas yang memadukan bahan alami serta tradisi kecantikan Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Salah satu legenda kecantikan di Indonesia, Martha Tilaar tutup usia pada hari ini, Rabu (14/10/2026). Dia meninggal pada usia 89 tahun.

Perjalanan Martha Tilaar dalam membangun bisnis kecantikan di Indonesia dimulai pada 1970. Martha Tilaar sebagai pendiri Martha Tilaar Group, merintis usahanya dengan membuka salon kecantikan di sebuah garasi rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dari salon sederhana tersebut, Martha mengembangkan bisnisnya hingga merambah berbagai lini, mulai dari produksi dan distribusi kosmetik, pendidikan kecantikan, hingga layanan salon dan spa.

  1. 1. Profil singkat Martha Tilaar

    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)
    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)

    Martha Tillar memiliki nama asli Martha Handana. Dia lahir di Gombong, Jawa Tengah pada 4 September 1937.

    Martha meraih gelar Sarjana (S1) di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta. Kemudian, Marta melanjutkan ke Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana. Sementara dari pernikahannya dengan Henry Alex Rudolf Tilaar, Martha memiliki empat orang anak.

  2. 2 Awal mula merintis bisnis

    Martha Tilaar Pembisnis Sukses
    Martha Tilaar Pembisnis Sukses (IDN Times)

    Martha merintis usaha dengan membuka salon bernama Martha di kediaman orang tuanya, Yakob Handana di Jalan Kusuma Atmaja Nomor 47, Menteng. Dua tahun kemudian, ia membuka salon kedua, Martha Griya Salon, yang menjadi salah satu titik awal pengembangan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal.

    Langkah Martha mengembangkan bisnis kecantikan tidak berhenti pada layanan salon. Pada 1977, ia bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, perusahaan meluncurkan Sariayu sebagai merek kosmetik dan produk kecantikan yang mengangkat kekayaan alam serta tradisi Indonesia.

    Untuk memperkuat kapasitas produksi, PT Martina Berto mendirikan pabrik sendiri di kawasan industri Pulogadung pada 1981, kemudian membangun pabrik kedua pada 1983. Pada tahun yang sama, PT SAI Indonesia, yang sebelumnya bernama PT Sari Ayu Indonesia, didirikan untuk mendukung distribusi produk kosmetik.

  3. 3. Perjalanan bisnis 1988-2015

    kolase produk Sariayu (Shopee/Sariayu Martha Tilaar Official Shop)
    kolase produk Sariayu (Shopee/Sariayu Martha Tilaar Official Shop)

    Memasuki periode 1988–1990, perusahaan memperluas portofolio melalui sejumlah merek, antara lain Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar. Pengembangan merek tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam.

    Pada 1993–1995, berlangsung proses akuisisi sejumlah perusahaan ke dalam PT Martina Berto. Perusahaan juga memperkuat standar operasional dengan memperoleh sertifikat ISO 9001 pada 1996.

    Tiga tahun kemudian, Martha Tilaar Group membeli saham PT Martina Berto yang sebelumnya sebagian dimiliki Kalbe Group, sehingga perusahaan sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.

    Ekspansi berlanjut pada 2000-an. PT Martina Berto memperoleh sertifikat ISO 14001 pada 2000, kemudian menambah merek dan lini usaha, termasuk Professional Artist Cosmetics (PAC), Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden pada periode 2001–2009.

    Pada 2011, PT Martina Berto menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT Martina Berto Tbk. Pada tahun yang sama, Martha Tilaar Group terpilih sebagai salah satu dari 55 perusahaan dunia yang menjadi anggota Global Compact LEAD Perserikatan Bangsa-Bangsa di Davos, Swiss.

    Perusahaan juga menerima sejumlah penghargaan, antara lain Pioneer in Technology dari Kementerian Perindustrian pada 2012, penghargaan Green Leadership dalam Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2012, serta Corporate Image Award pada 2013.

    Pada 2015, bertepatan dengan usia ke-45 Martha Tilaar Group, PT Martina Berto Tbk meraih 1st Outstanding Corporate Innovation Award. Setahun kemudian, Martha Tilaar menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah Indonesia. Pada tahun yang sama, perusahaan juga memperoleh Sustainable Business Award dan Anugerah Abyudaya 2016, sementara Martha Tilaar Group menerima Family Business Award 2016 untuk kategori Building Family Reputation.

  4. 4. Perluas bisnis ke berbagai lini

    Martha Tilaar Sariayu Econature Nutreage Peel Of Mask (sariayu.com)
    Martha Tilaar Sariayu Econature Nutreage Peel Of Mask (sariayu.com)

    Dari usaha salon, Martha Tilaar Group kemudian berkembang menjadi kelompok bisnis dengan sejumlah perusahaan yang menjalankan fungsi berbeda.

    PT Martina Berto Tbk bergerak di bidang produksi dan pemasaran kosmetik, sedangkan PT Cedefindo menyediakan layanan produksi dan maklon. Di bidang pendidikan kecantikan, terdapat PT Martha Beauty Gallery yang menaungi Puspita Martha International School.

    Kelompok usaha ini juga mencakup PT Cantika Puspa Pesona yang bergerak di bidang jasa salon dan spa, termasuk waralaba, PT Creative Style Mandiri di bidang agensi periklanan, serta PT Kreasi Boga Primatama sebagai penyedia tenaga kerja.

    Perluasan tersebut menunjukkan upaya Martha membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya bertumpu pada penjualan produk kosmetik, tetapi juga mencakup produksi, distribusi, pendidikan, dan layanan kecantikan.

    Dengan memadukan tradisi perawatan kecantikan Indonesia dan pengembangan produk modern, Martha membangun identitas bisnis yang lekat dengan pemanfaatan bahan alami dan budaya Nusantara. Perjalanan yang dimulai dari garasi rumah pada 1970 itu menjadi fondasi bagi perkembangan Martha Tilaar Group selama puluhan tahun.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More