Potret Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Ngatemin saat sedang bertugas. (dok. WIKA)
Ngatemin adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta (2001), dan Magister Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung atau ITB (2013).
Sebelum menjadi Corsec WIKA, Ngatemin pernah menjabat sebagai General Manager Operasi 3 Divisi Infrastruktur 2 (2024-Mei 2025), General Manager Operasi 4 Divisi Infrastruktur 2 (2023), dan General Manager Operasi 2 Divisi Infrastruktur 1 (2023).
Dia memegang sejumlah sertifikasi, seperti Ahli Utama Manajemen Proyek, Ahli Madya Bendungan Besar dan Advanced Leadership Program Aalto University Finlandia. Dengan bekal itu, Ngatemin berusaha menjalankan tugasnya sebagai Corsec dengan berpegang teguh pada lima prinsip.
Pertama, integritas, untuk memastikan pesan yang disampaikan memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, transparansi dan akurasi. Dia berpendapat, komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana memastikan informasi tersebut benar, relevan, memiliki konteks yang tepat, dan disampaikan kepada stakeholders pada waktu yang tepat.
“Terlebih bagi perusahaan publik seperti WIKA, setiap informasi yang disampaikan memiliki konsekuensi terhadap persepsi dan kepercayaan stakeholders,” ucap Ngatemin.
Ketiga, responsiveness, karena dunia bisnis bergerak sangat cepat. Informasi hari ini dapat menjadi perhatian publik dalam hitungan menit. Adapun prinsip terakhir ialah sense of ownership yang melahirkan Corsec yang harus mampu membaca situasi, memahami substansi, berkoordinasi dengan berbagai fungsi, kemudian menerjemahkannya menjadi komunikasi yang relevan, jelas, dan dapat dipahami publik.
“Dalam praktiknya, tantangan sebagai Corporate Secretary cukup kompleks. Kita berhadapan dengan stakeholders yang memiliki kebutuhan dan ekspektasi berbeda-beda, mulai dari regulator, investor, pemegang saham, media, mitra kerja, hingga masyarakat,” ucap Ngatemin.