Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Cadangan Devisa dan Fungsinya Menjaga Stabilitas Ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Cadangan devisa adalah aset pembayaran internasional berupa valuta asing, emas, dan surat berharga; hanya mata uang yang tercatat resmi di bank sentral dapat disebut devisa.
  • Devisa digunakan untuk membayar utang luar negeri, membiayai impor, dan kebutuhan transaksi global, sekaligus membantu menjaga stabilitas rupiah serta ketahanan sektor eksternal.
  • Bank Indonesia mengelola cadangan devisa Indonesia, yang komponennya meliputi emas moneter, SDR, posisi cadangan di IMF, serta valuta asing seperti deposito, surat berharga, derivatif, dan tagihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Cadangan devisa menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sebuah negara. Sederhananya, cadangan devisa dapat dianalogikan sebagai tabungan negara yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi internasional.

Bank Indonesia (BI) menjelaskan, cadangan devisa merupakan alat pembayaran yang dapat digunakan dalam transaksi internasional. Bentuknya bisa berupa valuta asing, emas, maupun surat berharga yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional. Namun, tidak semua mata uang asing dapat disebut sebagai devisa dan beberapa mata uang yang termasuk dalam devisa antara lain dolar Amerika Serikat (AS), yen Jepang, euro, pound sterling, hingga won Korea Selatan.

"Akan tetapi, tidak semua mata uang asing bisa disebut sebagai devisa loh. Karena yang bisa disebut sebagai devisa itu hanya mata uang yang sudah tercatat secara resmi di Bank Sentral," jelas BI melalui unggahan video di akun Instagram resminya, @bank_indonesia, dikutip, Rabu (7/6/2025).

1. Cadangan devisa penting untuk memenuhi kewajiban di luar negeri

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Pengelolaan cadangan devisa menjadi penting karena negara membutuhkan devisa untuk memenuhi berbagai kewajiban di luar negeri. Di antaranya, membayar utang luar negeri, membiayai impor, dan mendukung kebutuhan transaksi internasional lainnya.

"Karena itu, cadangan devisa penting sebagai tabungan negara untuk membiayai kewajiban luar negeri, seperti cicilan utang negara, biaya impor, dan lain sebagainya," tutur BI.

Selain untuk memenuhi kewajiban luar negeri, cadangan devisa juga berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ketersediaan devisa yang memadai membantu memperkuat ketahanan sektor eksternal dan memberikan ruang bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.

2. Bank Indonesia memiliki tugas untuk mengelola cadangan devisa

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Tanpa cadangan devisa yang memadai, kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan pembayaran luar negeri dapat terganggu. Karena itu, pengelolaan devisa menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas perekonomian. Di Indonesia, pengelolaan cadangan devisa menjadi salah satu tugas Bank Indonesia.

"Dan yang bertugas mengelola cadangan devisa guna memenuhi kebutuhan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar, dan mendukung ketahanan sektor eksternal adalah Bank Indonesia," jelas BI.

3. Deretan komponen dari cadangan devisa

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Daftar komponen cadangan devisa terdiri dari beberapa komponen, antara lain:

1. Emas Moneter (Monetary Gold)

Merupakan persediaan emas yang menjadi aset kepemilikan dari otoritas moneter. Baik itu emas batangan sesuai syarat internasional (London good delivery), emas murni dan juga mata uang emas yang keberadaannya di dalam dan dan di luar negeri.

2. Special Drawing Rights (SDR)

Merupakan bentuk alokasi dana dari International Monetary Fund (IMF). Dana ini adalah fasilitas dari IMF untuk negara-negara yang menjadi anggotanya. Dengan adanya fasilitas SDR, memungkinkan setiap negara menambah ataupun mengurangi cadangan devisa. SDR dibuat dengan tujuan untuk menambah likuiditas internasional.

3. Reserve Position In The Fund (RPF)

Merupakan cadangan devisa milik negara yang tempatnya disimpan di IMF sekaligus menunjukkan posisi kekayaan serta hutang dari negara tersebut kepada IMF. 

4. Valuta Asing Atau Foreign Exchange

Cadangan devisa bisa berupa kepemilikan mata uang asing atau valas, yang terdiri dari:

Advertisement

  1. Simpanan deposito dan uang kertas asing (convertible currencies)

  2. Surat-surat berharga, seperti: saham, obligasi, dan atau instrumen pasar lainnya.

  3. Derivatif keuangan (financial derivatives)

  4. Tagihan, atau yang tidak tergolong dalam kategori tagihan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article