Jakarta, IDN Times - Junk bond atau obligasi imbal hasil tinggi dikenal sebagai instrumen utang yang memiliki risiko lebih besar dibandingkan obligasi berperingkat investasi. Instrumen tersebut umumnya diterbitkan oleh perusahaan yang sedang mengalami tekanan keuangan dan menawarkan imbal hasil tinggi sebagai kompensasi atas risiko gagal bayar.
Dilansir Investopedia, risiko junk bond dinilai lebih tinggi karena peringkat kreditnya berada di bawah kategori investment-grade. Peringkat di bawah BB diklasifikasikan sebagai spekulatif atau junk.
Pergerakan minat investor terhadap instrumen ini juga kerap digunakan sebagai indikator sentimen pasar, terutama untuk melihat kecenderungan investor dalam mengambil risiko.
