Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Total Emisi Obligasi-Sukuk Awal 2026 Capai Rp216,97 Triliun

Total Emisi Obligasi-Sukuk Awal 2026 Capai Rp216,97 Triliun
Pengunjung berjalan didekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Intinya sih...
  • Pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk oleh PT Eagle High Plantations Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk pada awal tahun 2026.
  • Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 661 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan 134,01 juta dolar AS.
  • Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 190 seri dengan nilai nominalnya sebesar Rp6.484,29 triliun dan 352,10 juta dolar AS. Di samping itu, terdapat enam emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai mencapai Rp3,99 triliun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun ini mencapai Rp216,97 triliun.

Sekretrais Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, pada periode 5-9 Januari 2026 terdapat pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk di pasar modal Indonesia.

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2025 sebanyak empat emisi dari tiga emiten.

1. Pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk

Total Emisi Obligasi-Sukuk Awal 2026 Capai Rp216,97 Triliun
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

PT Eagle High Plantations Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 pada Rabu (7/1/2026). Total masing-masing nilai emisi obligasi dan sukuk tersebut Rp210 miliar, dan Rp290 miliar.

"Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi dan sukuk tersebut adalah idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah) dengan wali amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk," kata Kautsar dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026).

Pada hari yang sama, PT Summarecon Agung Tbk jua menatatkan Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025, dengan nilai nominal sebesar Rp351.960.000.000.

Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus). Adapun wali amanat dalam aksi korporasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI.

PT Energi Mega Persada Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 dengan total nilai nominal sebesar Rp500 miliar di BEI pada hari yang sama. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus) dengan wali amanat BRI.

2. Total emisi obligasi dan sukuk

Total Emisi Obligasi-Sukuk Awal 2026 Capai Rp216,97 Triliun
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dengan keseluruhan pencatatan tersebut di awala tahun ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 661 emisi.

"Dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan 134,01 juta dolar AS, yang diterbitkan oleh 136 emiten," ujar Kautsar.

3. SBN dan EBA

Total Emisi Obligasi-Sukuk Awal 2026 Capai Rp216,97 Triliun
Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 190 seri. Adapun nilai nominalnya sebesar Rp6.484,29 triliun dan 352,10 juta dolar AS.

Selain itu, di BEI juga tercatat sebanyak enam emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai mencapai Rp3,99 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo Bahas 6 Hilirisasi Baru Senilai 6 Miliar Dolar AS di Hambalang

12 Jan 2026, 01:06 WIBBusiness