Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Survei Konsumen BI, Apa Saja yang Diukur?

2 min read
Mengenal Survei Konsumen BI, Apa Saja yang Diukur?
ilustrasi belanja (pexels.com/MaxFischer)
  • Bank Indonesia menerbitkan Indeks Keyakinan Konsumen dari Survei Konsumen bulanan untuk mengukur persepsi ekonomi saat ini, ekspektasi masa depan, dan arah konsumsi rumah tangga.
  • Survei melibatkan sekitar 4.600 rumah tangga berpengeluaran minimal Rp1 juta per bulan di 18 kota, dipilih acak melalui metode stratified random sampling.
  • IKK dibentuk dari enam pertanyaan tentang penghasilan, lapangan kerja, pembelian barang tahan lama, serta proyeksi usaha enam bulan mendatang; hasilnya juga dikelompokkan berdasarkan profil responden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus ekspektasi terhadap perekonomian ke depan.

IKK diterbitkan Bank Indonesia (BI) berdasarkan hasil Survei Konsumen yang dilakukan secara rutin setiap bulan. Indeks ini juga dapat menjadi salah satu indikator dini untuk melihat arah pergerakan konsumsi rumah tangga.

Lantas, apa saja cakupan yang disurvei Bank Indonesia?

  1. 1. Ada sekitar 4.600 rumah tangga yang disurvei

    ilustrasi belanja di waktu tertentu (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
    ilustrasi belanja di waktu tertentu (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

    Survei Konsumen BI dilakukan terhadap sekitar 4.600 rumah tangga dengan tingkat pengeluaran minimal Rp1 juta per bulan. Responden dipilih secara acak dengan metode stratified random sampling di 18 kota di Indonesia.

    Survei tersebut mencakup pertanyaan mengenai karakteristik responden, kondisi ekonomi, hingga proporsi penggunaan penghasilan. Untuk membentuk IKK, BI menggunakan enam pertanyaan utama.

  2. 2. Rincian komponen pertanyaan untuk responden

    ilustrasi mengisi kuesioner (pexels.com/Alex Green)
    ilustrasi mengisi kuesioner (pexels.com/Alex Green)

    Survei tersebut mencakup pertanyaan mengenai karakteristik responden, kondisi ekonomi, hingga proporsi penggunaan penghasilan.

    Untuk membentuk IKK, BI menggunakan enam pertanyaan utama. Pertanyaan tersebut membandingkan kondisi saat ini dengan enam bulan sebelumnya serta perkiraan kondisi enam bulan mendatang.

    Enam komponen tersebut meliputi:

    1. Penghasilan saat ini dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya.
    2. Ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya.
    3. Pengeluaran untuk pembelian barang tahan lama saat ini dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya.
    4. Perkiraan penghasilan enam bulan mendatang dibandingkan dengan kondisi saat ini.
    5. Perkiraan ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang dibandingkan dengan kondisi saat ini.
    6. Perkiraan kondisi kegiatan usaha enam bulan mendatang dibandingkan dengan kondisi saat ini.

    Responden kemudian memberikan jawaban dengan pilihan meningkat, tetap, atau menurun. Hasil jawaban tersebut kemudian diolah menjadi sejumlah indeks yang membentuk IKK.

  3. 3. Cakupan wilayah survei

    ilustrasi mengisi kuesioner (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi mengisi kuesioner (pexels.com/RDNE Stock project)

    IKK nasional merupakan hasil pengolahan indeks dari 18 kota yang menjadi wilayah survei BI. Kota-kota tersebut meliputi Medan, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Manado, Makassar, Ambon, Denpasar, dan Mataram.

    Masing-masing kota memiliki bobot tertentu dalam perhitungan indeks nasional. Selain angka nasional, BI juga menyajikan perkembangan IKK dalam bentuk data bulanan atau time series. Data tersebut memungkinkan perubahan keyakinan konsumen dipantau dari waktu ke waktu.

    BI juga mengelompokkan hasil survei berdasarkan karakteristik responden, seperti tingkat pengeluaran, pendidikan, dan kelompok usia. Data tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih detail mengenai kelompok konsumen mana yang memiliki tingkat optimisme lebih tinggi maupun yang mengalami pelemahan keyakinan terhadap kondisi ekonomi.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More