Jakarta, IDN Times - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan masih berada di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir September.
Ekonom energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, memperkirakan rata-rata ICP Januari–September mencapai sekitar 90,6 dolar AS per barel. Angka itu dihitung dari rata-rata ICP Januari–Agustus sebesar 89,24 dolar AS per barel dan perkiraan ICP September sekitar 101 dolar AS per barel.
ICP September baru akan diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada awal Oktober. Perkiraan tersebut berada dalam rentang 100-104 dolar AS per barel, dengan mengacu pada harga Brent September dan selisih harga Brent-ICP yang biasanya sekitar 1,9 dolar AS.
"APBN masih tangguh untuk tahun ini, defisit diperkirakan 2,85 persen PDB, di bawah batas tiga persen. Tetapi, bantalannya tinggal sekitar Rp39 triliun. Kenaikan harga minyak 10 dolar AS saja sampai akhir tahun memakan lebih dari separuh bantalan itu," kata Yayan dalam keterangannya kepada IDN Times, Senin (28/9/2026).
