Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Negara Asia yang makin Diuntungkan oleh Perkembangan AI
ilustrasi artificial intelligence (magnific.com/DC Studio)
  • Taiwan diuntungkan oleh permintaan chip dan server AI, dengan ekspor serta investasi terdorong oleh posisi TSMC dan ekosistem manufaktur semikonduktornya.
  • Korea Selatan mencatat lonjakan ekspor semikonduktor, terutama DRAM dan HBM, sementara Jepang memperkuat perannya sebagai pemasok peralatan manufaktur serta infrastruktur AI.
  • Malaysia dan Singapura menarik investasi data center, cloud, dan infrastruktur komputasi, didukung ekosistem elektronik, konektivitas, layanan digital, serta posisi regionalnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya menguntungkan perusahaan teknologi yang membuat model atau chip. Permintaan terhadap AI juga mendorong investasi pada semikonduktor, data center, hingga berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan teknologi tersebut. Asia menjadi salah satu kawasan yang mendapat manfaat besar karena banyak rantai pasok penting industri AI berada di kawasan ini.

Pertumbuhan industri AI juga mendorong aktivitas ekonomi di negara-negara Asia yang memiliki kekuatan dalam teknologi, manufaktur, dan infrastruktur digital. Perkembangan tersebut mulai terlihat dari kinerja ekspor dan investasi sejumlah negara Asia. Berikut lima negara Asia yang makin diuntungkan oleh perkembangan AI.

1. Taiwan menjadi pusat produksi chip AI

ilustrasi bendera Taiwan (pexels.com/Derek Tsai)

Taiwan menjadi salah satu negara yang memiliki posisi penting dalam produksi semikonduktor canggih. Permintaan dari perusahaan teknologi global terhadap chip untuk AI mendorong ekspor dan investasi Taiwan sepanjang 2026. Academia Sinica bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Taiwan 2026 menjadi 10,16 persen setelah pertumbuhan kuartal pertama mencapai 14,55 persen, dengan ekspansi AI menjadi salah satu pendorong utamanya.

Kekuatan Taiwan tidak hanya berasal dari produksi chip, tetapi juga dari ekosistem manufaktur yang mendukung server dan perangkat AI. Perusahaan seperti TSMC berada di posisi penting dalam rantai pasok tersebut, sehingga peningkatan belanja infrastruktur AI global ikut meningkatkan aktivitas industri di Taiwan. Bank sentral Taiwan juga memperkirakan kenaikan belanja modal perusahaan teknologi global akan terus menopang ekspor dan investasi domestik.

2. Korea Selatan mendapat lonjakan permintaan memori

ilustrasi bendera Korea Selatan (pexels.com/byunghyun lee)

Korea Selatan mendapatkan manfaat besar dari meningkatnya kebutuhan akan memori untuk sistem AI. Produk seperti DRAM dan high-bandwidth memory (HBM) menjadi komponen penting dalam infrastruktur komputasi AI, sehingga perusahaan semikonduktor Korea mendapat dorongan dari peningkatan investasi global. Kebutuhan terhadap memori berkapasitas tinggi juga meningkat seiring pengembangan pusat data dan sistem komputasi AI di berbagai negara.

Dampaknya terlihat sangat jelas pada data perdagangan terbaru Korea Selatan. Ekspor September 2026 melonjak 83,5 persen secara tahunan menjadi rekor US$120,9 miliar, sementara ekspor semikonduktor melesat 262,8 persen menjadi US$60,3 miliar. Kinerja tersebut ikut membawa total ekspor Korea Selatan sepanjang Januari-September melampaui US$800 miliar untuk pertama kalinya.

3. Jepang menjadi pemasok infrastruktur AI

ilustrasi bendera Jepang (unsplash.com/Alexander Grigoryev)

Jepang tidak harus menjadi produsen chip terbesar untuk mendapatkan keuntungan dari ledakan AI. Negara tersebut memiliki keunggulan dalam peralatan manufaktur semikonduktor, mesin presisi, otomasi industri, dan berbagai teknologi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur AI. Perusahaan-perusahaan Jepang juga meningkatkan investasi domestik karena kebutuhan akan AI dan data center semakin besar.

Jepang bahkan sedang mendorong pembangunan infrastruktur AI dalam skala besar. Pemerintah dan sektor swasta menargetkan investasi sekitar ¥32,7 triliun untuk cloud dan infrastruktur data hingga 2035, sementara proyek baru senilai US$15 miliar di Chiba dirancang menjadi salah satu data center AI terbesar di Asia. Perkembangan ini membuka peluang bagi industri energi, konstruksi, peralatan listrik, dan teknologi Jepang.

4. Malaysia menjadi titik baru data center Asia

ilustrasi bendera Malaysia (pexels.com/Enam Sape)

Malaysia memperoleh manfaat dari AI melalui pembangunan data center dan infrastruktur digital. Lokasinya yang dekat dengan Singapura, ketersediaan lahan, konektivitas, serta ekosistem elektronik membuat Malaysia semakin menarik bagi perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi besar. Pemerintah Malaysia mencatat investasi terkait data center telah mencapai RM385,7 miliar sejak 2021 hingga paruh pertama 2026.

Pertumbuhan tersebut juga mulai memengaruhi perdagangan dan investasi Malaysia. Pada tujuh bulan pertama 2026, ekspor Malaysia naik 29,2 persen secara tahunan menjadi RM1,17 triliun, dengan semikonduktor dan produk elektronik menjadi salah satu pendorong utama. Malaysia juga semakin berusaha mengambil bagian lebih besar dari rantai pasok AI, bukan hanya menyediakan lahan untuk data center.

5. Singapura menjadi pusat Investasi dan infrastruktur AI

ilustrasi bendera Singapura (pexels.com/CK Seng)

Singapura memiliki posisi berbeda dibandingkan dengan Taiwan atau Korea Selatan karena kekuatannya banyak berada pada jasa, modal, pusat data, dan ekosistem teknologi. Negara tersebut telah menjadi salah satu pusat regional bagi perusahaan teknologi global, sementara investasi pada data center dan infrastruktur komputasi terus berkembang. Google, misalnya, telah berinvestasi sekitar US$5 miliar untuk infrastruktur teknis di empat data center dan kawasan cloud di Singapura.

Singapura juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari meningkatnya investasi AI di tingkat regional. Pertumbuhan kebutuhan data center dan infrastruktur komputasi mendorong investasi perusahaan teknologi global di negara tersebut. Posisi Singapura sebagai pusat keuangan dan teknologi membuat negara tersebut berpeluang menikmati manfaat AI melalui investasi, layanan digital, serta pembiayaan infrastruktur.

Perkembangan AI menunjukkan bahwa manfaat teknologi ini tidak hanya mengalir kepada perusahaan pembuat model AI atau GPU. Negara-negara yang menguasai chip, memori, peralatan manufaktur, data center, dan infrastruktur digital juga ikut mendapatkan dorongan ekonomi. Sejauh ini, ada lima negara Asia yang makin diuntungkan oleh perkembangan AI. Hal ini dikarenakan negara tersebut merupakan bagian penting dalam rantai pasok, sehingga perkembangan AI berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi kawasan dalam beberapa tahun ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article