Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Ubah Sebutan AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya

4 min read
Trump Ubah Sebutan AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya
ilustrasi artificial intelligence (magnific.com/DC Studio)
  • Donald Trump mengumumkan penggantian istilah artificial intelligence menjadi Super Intelligence dalam pertemuan dengan pemimpin teknologi dan AI di Gedung Putih pada 29 September 2026.
  • Trump menilai kata “artificial” memberi kesan palsu, sementara Super Intelligence dianggap lebih menggambarkan kemampuan dan potensi besar teknologi tersebut, yang menurutnya dapat melampaui internet serta revolusi industri.
  • Melalui perintah eksekutif, lembaga federal AS diarahkan memakai istilah Super Intelligence dalam dokumen dan komunikasi resmi, sejalan dengan ambisi mempertahankan keunggulan AI Amerika Serikat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perubahan penyebutan artificial intelligence (AI) menjadi Super Intelligence atau SI. Trump menyampaikan perubahan tersebut di tengah pertemuannya dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dan AI di Gedung Putih pada 29 September 2026. Istilah baru tersebut kemudian menjadi bagian dari kebijakan pemerintah AS melalui perintah eksekutif yang mengarahkan penggunaan istilah tersebut dalam komunikasi pemerintah.

Trump mengatakan perubahan istilah tersebut diperlukan karena menurutnya kata “artificial” membuat teknologi itu terdengar seperti sesuatu yang palsu. Ia juga menggambarkan teknologi tersebut sebagai bentuk kecerdasan yang sangat kuat dan memperkirakan pengaruhnya dapat melampaui internet serta revolusi industri. Lalu, apakah ada alasan spesifik Trump ubah sebutan AI jadi Super Intelligence?

  1. 1. Trump menilai istilah “artificial” kurang tepat

    Donald Trump
    Donald Trump (commons.wikimedia.org/Ali Shaker)

    Trump berpendapat bahwa kata "artificial" memberikan kesan bahwa kecerdasan yang dihasilkan teknologi AI bersifat palsu atau tidak nyata. Menurutnya, kemampuan teknologi tersebut telah berkembang sangat jauh sehingga istilah Super Intelligence dianggap lebih sesuai untuk menggambarkan potensinya. Pandangan tersebut ia sampaikan ketika menjelaskan alasan pemerintah AS menggunakan istilah baru tersebut.

    Perubahan tersebut juga berkaitan dengan cara Trump melihat perkembangan teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan teknologi tersebut memiliki potensi yang sangat besar dan pemerintah AS tidak boleh menghambat pertumbuhannya. Dalam pernyataannya, Trump bahkan menyebut dampak Super Intelligence dapat lebih besar daripada internet dan revolusi industri.

  2. 2. “Super intelligence” menunjukkan perkembangan kemampuan AI

    ilustrasi menggunakan AI
    ilustrasi menggunakan AI (freepik.com/frimufilms)

    Istilah Super Intelligence terdengar seperti sekadar perubahan nama, tetapi kata "super intelligence" sebenarnya sudah memiliki makna khusus dalam pembahasan AI. Istilah tersebut umumnya merujuk pada sistem AI yang memiliki kemampuan kognitif yang melampaui manusia dalam berbagai bidang. Karena itu, penggunaan istilah tersebut oleh Trump dapat menimbulkan perbedaan antara istilah politik atau pemerintahan dan definisi teknis yang sudah digunakan dalam dunia AI.

    Dalam konteks pernyataan Trump, Super Intelligence digunakan untuk menggambarkan AI sebagai teknologi dengan kemampuan dan dampak yang sangat besar. Namun, penggunaan istilah tersebut tidak otomatis berarti seluruh sistem AI saat ini telah mencapai tingkat kecerdasan yang melampaui manusia. Perubahan nama tersebut lebih berkaitan dengan cara pemerintah AS menggambarkan perkembangan dan potensi teknologi tersebut.

  3. 3. Pemerintah AS akan menggunakan istilah SI

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

    Perubahan tersebut tidak hanya muncul dalam pernyataan Trump, tetapi pemerintah AS juga mulai mengarahkannya untuk penggunaan resmi. Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump mengarahkan lembaga pemerintah federal untuk menggunakan Super Intelligence sebagai istilah yang menggantikan artificial intelligence dalam dokumen dan komunikasi resmi. Kebijakan tersebut membuat perubahan istilah memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar pernyataan dalam sebuah pertemuan.

    Sebelumnya, Trump telah menyampaikan rencana perubahan istilah tersebut dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada 22 September 2026. Saat itu, Trump mengatakan dokumen pemerintah AS akan menggunakan istilah Super Intelligence dan menyebutnya sebagai istilah yang menurutnya lebih akurat. Perubahan tersebut kemudian kembali ditegaskan setelah pertemuan Trump dengan para pemimpin perusahaan teknologi pada 29 September.

  4. 4. Perubahan nama sejalan dengan ambisi AS di bidang AI

    ilustrasi artificial intelligence
    ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

    Penggunaan istilah Super Intelligence muncul ketika AS berupaya mempertahankan posisinya dalam perkembangan AI global. Trump mengatakan AS berada di depan China dalam pengembangan AI dan pemerintah tidak ingin menghambat pertumbuhan teknologi tersebut. Ia juga melihat AI sebagai bidang strategis yang dapat memberikan pengaruh besar bagi AS.

    Perubahan istilah ini tidak hanya berkaitan dengan pilihan kata, tetapi juga dengan cara pemerintah AS menggambarkan pentingnya AI. Istilah Super Intelligence kini mulai digunakan dalam komunikasi pemerintah untuk menggambarkan teknologi yang dianggap memiliki potensi besar. Pemerintah AS juga menempatkan perkembangan AI sebagai bagian dari upaya mempertahankan keunggulan teknologi negaranya.

    Trump ubah sebutan AI jadi Super Intelligence mungkin terlihat sederhana, tetapi pilihan istilah tersebut membawa pesan tentang bagaimana pemerintah AS memandang perkembangan AI. Jika kemampuan AI terus berkembang, apakah istilah baru ini hanya akan menjadi perubahan bahasa atau ikut membentuk cara pemerintah membuat kebijakan? Jawabannya akan terlihat dari langkah pemerintah AS setelah istilah tersebut mulai digunakan secara resmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More