ilustrasi keuangan (IDN Times/Mardya Shakti)
Sepanjang 2025, total penjualan Nestlé tercatat 89,49 miliar franc Swiss (Rp1.951 triliun), turun dari 91,35 miliar franc Swiss (Rp1.992 triliun) pada 2024. Laba bersih turun 17 persen menjadi 9,03 miliar franc Swiss (Rp196,9 triliun).
Untuk kuartal IV, pertumbuhan penjualan organik mencapai 4 persen, melampaui estimasi analis sebesar 3,4 persen. Secara keseluruhan, pertumbuhan organik 2025 tercatat 3,5 persen, dengan kontribusi pricing 2,8 persen dan RIG 0,8 persen.
Nestlé memperkirakan pertumbuhan penjualan organik 2026 berada di kisaran 3 persen hingga 4 persen, termasuk dampak negatif 0,2 poin persentase akibat penarikan produk susu formula bayi. Penarikan tersebut dipicu oleh kontaminasi bahan baku yang mengandung bakteri cereulide, yang dapat menyebabkan mual dan muntah pada bayi. Produk terdampak beredar di lebih dari 60 negara. Navratil menyatakan penarikan telah selesai dan pabrik beroperasi penuh untuk menjaga pasokan.
Langkah pelepasan bisnis ice cream dan penataan portofolio dilakukan bersamaan dengan upaya efisiensi, termasuk rencana pengurangan 16 ribu pekerjaan secara global.