Nestle Tarik Produk Susu Formula Bayi di Sejumlah Negara Eropa

- Nestlé temukan potensi kontaminasi racun Bacillus cereus pada bahan baku susu formula bayi.
- Nestlé tarik lebih dari 800 produk susu formula di Eropa.
- Nestlé lakukan penarikan sukarela dan jamin pengembalian dana bagi konsumen terdampak.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan makanan asal Swiss, Nestlé mengumumkan penarikan produk susu formula bayi di beberapa negara Eropa pada Senin (5/1/2026), sebagai langkah pencegahan terkait dugaan masalah kualitas bahan baku. Penarikan tersebut mencakup pasar di Prancis, Jerman, Austria, Denmark, Italia, dan Swedia.
Nestlé menegaskan bahwa keputusan ini dilakukan semata untuk memastikan keamanan konsumen dan menjaga standar mutu produk. Perusahaan juga menyatakan tidak ada laporan kasus sakit yang dikonfirmasi terkait dengan produk susu formula yang ditarik dari peredaran.
1. Nestlé temukan potensi kontaminasi racun Bacillus cereus pada bahan baku susu formula bayi
Nestlé melaporkan telah menemukan masalah kualitas pada bahan baku dari salah satu pemasok utamanya, terutama pada komponen minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi susu formula bayi. Sebagai langkah pencegahan, perusahaan melakukan pengujian menyeluruh terhadap seluruh pasokan minyak asam arakidonat dan turunannya yang kemungkinan terdampak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi kontaminasi cereulide, racun yang dihasilkan oleh strain tertentu dari bakteri Bacillus cereus.
“Cereulide dapat menyebabkan gejala keracunan makanan yang muncul dengan cepat, seperti muntah dan kram perut," ujar Kepala Insiden di Food Standards Agency (FSA) Inggris, Jane Rawling, dilansir BBC.
Selain itu, racun cereulide diketahui memiliki ketahanan tinggi terhadap panas, sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui proses memasak, perebusan air, maupun saat penyajian susu formula bayi.
2. Nestlé tarik lebih dari 800 produk susu formula di Eropa
Penarikan produk susu formula oleh Nestlé dilakukan di sejumlah negara Eropa, termasuk Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Irlandia, Italia, Swiss, dan Inggris, serta di Turki dan Argentina. Produk yang terdampak mencakup berbagai merek seperti SMA, BEBA, NAN, Guigoz, Nidal, dan lainnya, baik dalam bentuk bubuk maupun siap saji, dengan nomor batch spesifik yang telah dipublikasikan di situs resmi Nestlé di masing-masing negara.
Kementerian Kesehatan Austria menyebut bahwa penarikan tersebut memengaruhi lebih dari 800 produk yang diproduksi di lebih dari 10 pabrik Nestlé, dan digambarkan sebagai penarikan terbesar dalam sejarah perusahaan. Meskipun Nestlé belum dapat memverifikasi angka tersebut, perusahaan menegaskan bahwa produk di luar batch yang terdampak tetap aman untuk dikonsumsi.
Masalah ini pertama kali teridentifikasi di salah satu pabrik Nestlé di Belanda, sebelum diketahui bahwa bahan baku yang terkontaminasi juga telah digunakan di beberapa fasilitas produksi lainnya.
3. Nestlé lakukan penarikan sukarela dan jamin pengembalian dana bagi konsumen terdampak
Nestlé menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas di berbagai negara untuk menerapkan langkah-langkah penanganan, termasuk penarikan sukarela produk susu formula bayi serta pengembalian dana bagi konsumen. Sebagai langkah korektif, perusahaan juga beralih ke pemasok alternatif untuk minyak asam arakidonat, meningkatkan kapasitas produksi di beberapa pabrik, dan mempercepat distribusi produk yang dipastikan tidak terdampak guna menjaga kelancaran pasokan di pasaran.
"Setelah menemukan masalah kualitas pada bahan baku yang disediakan oleh salah satu pemasok utamanya, Nestlé melakukan pengujian terhadap seluruh minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi susu formula bayi yang berpotensi terdampak," kata juru bicara Nestlé, dilansir Channel News Asia.
Nestlé menegaskan bahwa keselamatan bayi merupakan prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, pihaknya meminta para orang tua untuk memeriksa nomor batch yang tertera pada kemasan dan segera menghubungi layanan pelanggan untuk mendapatkan panduan pengembalian produk.



















